Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

ASN Banyuwangi Berpeluang WFH, Pemkab Kaji Skema Efisiensi BBM dan Adaptasi Krisis Energi

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Rabu, 25 Maret 2026 | 20:12 WIB

ASN di lingkungan Pemkab Banyuwangi melaksanakan halal bihalal, Rabu (25/3). Terkait kebijakan kerja dari rumah masih dalam tahap kajian.
ASN di lingkungan Pemkab Banyuwangi melaksanakan halal bihalal, Rabu (25/3). Terkait kebijakan kerja dari rumah masih dalam tahap kajian.

RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi tengah mengkaji kemungkinan penerapan sistem kerja work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Kebijakan ini dipertimbangkan sebagai bagian dari langkah efisiensi sekaligus respons terhadap dinamika global, khususnya terkait ketahanan energi.

Rencana tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan dan pematangan konsep di internal Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Banyuwangi, Mohamad Yanuarto Bramuda, mengatakan bahwa skema penerapan WFH belum final dan masih terus dikaji secara komprehensif.

“Untuk konsep WFH bagi ASN Banyuwangi masih sedang kita matangkan terkait pemberlakuannya,” ujarnya.

Efisiensi BBM Jadi Pertimbangan Utama

Menurut Bram, salah satu alasan utama yang melatarbelakangi wacana kebijakan ini adalah upaya efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

Hal tersebut tidak lepas dari ketidakpastian pasokan energi fosil akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Dengan menerapkan sistem kerja jarak jauh, mobilitas ASN diharapkan dapat berkurang sehingga konsumsi BBM juga bisa ditekan.

“Pematangan terkait konsep WFH ini juga mempertimbangkan efisiensi di berbagai sektor, termasuk energi,” jelasnya.

Adaptasi Terhadap Dinamika Global

Selain efisiensi, kebijakan WFH juga menjadi bagian dari upaya adaptasi birokrasi terhadap perubahan global yang semakin dinamis.

Pemkab Banyuwangi ingin mendorong pola kerja yang lebih fleksibel tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

WFH dinilai dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan produktivitas ASN dengan pendekatan kerja berbasis teknologi.

“Ini juga bagian dari adaptasi terhadap dinamika global, khususnya terkait ketahanan energi,” tambah Bram.

Skema Masih Dikaji

Meski demikian, Bram menegaskan bahwa kajian WFH tidak hanya menyangkut teknis pelaksanaan, tetapi juga berbagai aspek lain seperti efektivitas kinerja, pelayanan publik, hingga kesiapan infrastruktur digital.

Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa jika kebijakan ini diterapkan, tidak akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

“Semua masih dalam tahap kajian, termasuk bagaimana implementasinya agar tetap efektif,” ujarnya.

Tunggu Persetujuan Bupati

Bram menambahkan, keputusan akhir terkait penerapan WFH bagi ASN di Banyuwangi masih menunggu persetujuan dari Ipuk Fiestiandani.

Saat ini, seluruh skema yang tengah disusun masih bersifat rencana dan akan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi yang berkembang ke depan.

“Konsep WFH untuk ASN Banyuwangi nanti menunggu keputusan dari bupati,” tegasnya.

Peluang Transformasi Birokrasi

Jika nantinya diterapkan, kebijakan WFH berpotensi menjadi langkah transformasi dalam sistem kerja birokrasi di Banyuwangi.

Selain mendukung efisiensi energi, sistem ini juga dapat membuka peluang penerapan pola kerja modern yang lebih adaptif.

Namun demikian, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia serta infrastruktur pendukung yang memadai.

Pemkab Banyuwangi memastikan akan terus melakukan kajian mendalam sebelum mengambil keputusan final, demi memastikan kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat optimal bagi ASN maupun masyarakat luas. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#wfh #krisis bbm #pemkab banyuwangi #efisiensi