RADARBANYUWANGI.ID - Lembaga Pusdeham Prodata Indonesia merilis hasil analisis terbaru terkait tingkat popularitas ketua umum partai politik di media sosial.
Hasilnya, Prabowo Subianto menempati posisi teratas dengan capaian interaksi dan jangkauan paling tinggi.
Survei ini dilakukan berdasarkan pemantauan aktivitas media sosial pada periode 20 Februari hingga 6 Maret 2026.
Dalam laporan tersebut, Prabowo mencatatkan interaksi mencapai 8.728.018 dengan jangkauan hingga 47.409.250. Angka ini menjadikannya sebagai figur politik paling dominan di ruang digital.
Bahlil dan Megawati Menyusul di Posisi Atas
Di posisi kedua, Bahlil Lahadalia mencatat interaksi 4.490.714 dengan jangkauan 30.848.711.
Sementara itu, posisi ketiga ditempati Megawati Soekarnoputri dengan interaksi 3.341.464 dan jangkauan 20.439.691.
Dominasi tiga besar ini menunjukkan kuatnya eksposur tokoh-tokoh tersebut di media sosial, baik melalui pemberitaan, aktivitas politik, maupun interaksi publik.
AHY dan Kaesang Masuk Lima Besar
Posisi keempat ditempati Agus Harimurti Yudhoyono dengan interaksi 1.391.166 dan jangkauan 10.696.423.
Sedangkan posisi kelima diisi Kaesang Pangarep yang mencatat interaksi 230.663 dengan jangkauan 2.062.429.
Kehadiran Kaesang dalam lima besar menunjukkan pengaruh tokoh muda dalam percaturan politik digital semakin signifikan.
Daftar Lengkap Peringkat 6–18
Selain lima besar, sejumlah nama ketua umum partai lainnya juga masuk dalam daftar, meski tanpa rincian data interaksi dan jangkauan.
Di antaranya adalah Said Iqbal, Surya Paloh, hingga Muhaimin Iskandar.
Nama lain yang turut masuk daftar antara lain Zulkifli Hasan dan Anas Urbaningrum.
Media Sosial Jadi Arena Perebutan Pengaruh
Hasil survei ini menegaskan bahwa media sosial kini menjadi arena penting dalam membangun popularitas politik.
Interaksi dan jangkauan menjadi indikator utama dalam mengukur seberapa besar pengaruh seorang tokoh di ruang digital.
Pengamat menilai, tingginya aktivitas di media sosial tidak hanya mencerminkan popularitas, tetapi juga potensi elektoral di masa depan.
Cerminan Dinamika Politik Digital
Dengan semakin masifnya penggunaan media sosial, para tokoh politik dituntut untuk aktif membangun komunikasi dengan publik.
Survei seperti ini menjadi salah satu gambaran dinamika politik digital yang terus berkembang, sekaligus indikator awal dalam membaca peta kekuatan politik ke depan.
Ke depan, persaingan popularitas di media sosial diperkirakan akan semakin ketat, seiring meningkatnya peran digital dalam strategi politik nasional. (*)
Editor : Ali Sodiqin