RADARBANYUWANGI.ID – Pucuk pimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banyuwangi mengalami pergantian.
Ketua sebelumnya, Abdul Malik Syafa’at, resmi mengundurkan diri dari jabatannya yang telah diemban sejak 2021.
Posisi ketua kini diisi oleh Nur Faizin sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua DPC PKB Banyuwangi.
Pergantian kepemimpinan ini terjadi menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Banyuwangi yang dijadwalkan berlangsung pada 5 April 2026 mendatang.
Perubahan tersebut dinilai cukup mengejutkan karena terjadi di awal tahun 2026, hanya beberapa pekan sebelum agenda Muscab digelar.
Gus Malik Resmi Mundur dari Ketua DPC PKB
Sekretaris DPC PKB Banyuwangi Muhammad Ali Mahrus membenarkan adanya pergantian kepemimpinan di internal partai berlambang bola dunia tersebut.
Menurutnya, Abdul Malik Syafa’at atau yang akrab disapa Gus Malik telah menyatakan mundur dari jabatan Ketua DPC PKB Banyuwangi.
“Untuk Gus Malik sudah mundur. Ketua DPC sekarang adalah Mas Nur Faizin dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur,” ujar Mahrus.
Mahrus yang juga merupakan anggota DPRD Banyuwangi menjelaskan, perubahan kepengurusan tersebut telah tercantum dalam Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
Saat ini, jajaran pengurus DPC PKB Banyuwangi tengah fokus mempersiapkan pelaksanaan Muscab yang akan menjadi agenda penting bagi konsolidasi partai ke depan.
Muscab Jadi Momentum Konsolidasi Partai
Muscab PKB Banyuwangi yang dijadwalkan pada 5 April 2026 mendatang dipandang sebagai momentum strategis untuk menentukan arah kepemimpinan dan strategi politik partai.
Dalam agenda tersebut, struktur kepengurusan baru DPC PKB Banyuwangi akan ditetapkan sebagai bagian dari proses konsolidasi organisasi.
Nur Faizin yang saat ini menjabat sebagai Plt Ketua DPC PKB Banyuwangi menyampaikan optimismenya terhadap masa depan partai di daerah yang dikenal sebagai Bumi Blambangan tersebut.
Ia menilai PKB memiliki sejarah politik yang cukup kuat di Banyuwangi.
“PKB Banyuwangi sebenarnya pernah menjadi pemenang. Pada Pemilu 1999 kita berhasil meraih 17 kursi di DPRD,” ujarnya.
Target Kembali Raih 17 Kursi DPRD
Saat ini PKB Banyuwangi memiliki sembilan kursi di DPRD. Meski demikian, Nur Faizin optimistis partainya dapat kembali meningkatkan perolehan kursi pada pemilu mendatang.
Ia bahkan menargetkan PKB mampu kembali meraih 17 kursi DPRD seperti yang pernah dicapai pada masa lalu.
“Sekarang sembilan kursi, target kami kembali meraih 17 kursi pada 2029 atau 2031. Ini bukan sekadar harapan, tapi berdasarkan potensi dan tren yang kami lihat saat ini,” katanya.
Menurutnya, peluang tersebut cukup realistis jika seluruh elemen partai mampu bekerja secara solid.
Kolaborasi Kiai dan Kader Muda
Optimisme tersebut juga didasarkan pada kekuatan jaringan PKB yang melibatkan berbagai tokoh agama serta kader muda yang aktif di organisasi.
Nur Faizin menilai kolaborasi antara tokoh senior partai, para kiai sepuh, serta generasi muda menjadi kekuatan penting dalam membangun soliditas PKB di Banyuwangi.
“Peran generasi senior sebagai pembimbing yang berpadu dengan semangat kader muda sebagai penggerak organisasi diharapkan menjadi kekuatan utama dalam membangun PKB Banyuwangi ke depan,” ungkapnya.
Mekanisme Muscab Berbeda dari Sebelumnya
Dalam kegiatan konsolidasi internal yang digelar beberapa waktu lalu, Nur Faizin menjelaskan bahwa setelah SK kepengurusan diterbitkan pada 26 Februari 2026, jajaran pengurus langsung menggelar rapat untuk menindaklanjuti arahan dari DPW PKB Jawa Timur.
Rapat tersebut membahas persiapan teknis pelaksanaan Muscab serentak yang akan digelar di berbagai daerah.
Ia menjelaskan bahwa mekanisme Muscab kali ini berbeda dibandingkan sebelumnya.
Jika sebelumnya pemilihan ketua dilakukan melalui proses pemungutan suara langsung oleh peserta Muscab, kali ini penentuan ketua akan ditetapkan langsung oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.
“DPC hanya menyiapkan teknis pelaksanaan. Penetapan ketua menjadi kewenangan DPP, namun tetap mempertimbangkan usulan dari DPAC sebagai peserta Muscab,” jelasnya.
Penjaringan Aspirasi Tetap Dilakukan
Meski mekanisme penetapan ketua berada di tangan DPP, proses penjaringan aspirasi dari tingkat bawah tetap berjalan.
Usulan nama calon ketua dapat berasal dari tingkat ranting, namun secara administratif pengajuan dilakukan melalui Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC).
“Semua pengesahan SK dari DPP, karena DPC merupakan wilayah kewenangan pusat,” ujar Nur Faizin.
Terkait lokasi pelaksanaan Muscab, hingga saat ini masih dalam tahap pembahasan.
Namun struktur kepanitiaan Muscab PKB Banyuwangi telah dibentuk dengan menunjuk Zaki Al Mubarok sebagai Ketua Panitia.
Konsolidasi PKB Melalui Safari Ramadan
Sementara itu, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur juga terus memperkuat konsolidasi internal menjelang Muscab yang akan digelar serentak di seluruh Indonesia.
Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi antar kader melalui kegiatan Safari Ramadan.
Salah satu kegiatan digelar di Aula Al Aly Pondok Pesantren Nurut Taqwa di Dusun Cemoro, Desa Balak, Kecamatan Songgon, Rabu (4/3).
Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus partai mulai dari tingkat wilayah hingga anak cabang, serta para anggota legislatif dari Fraksi PKB.
Sejumlah tokoh partai turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur Ahmad Faidi Suja’i, Plt Ketua DPC PKB Banyuwangi Nur Faizin, Ketua Dewan Syuro KH Abdul Ghofar Lazim, serta anggota DPRD provinsi dan kabupaten dari Fraksi PKB.
Ahmad Faidi Suja’i mengatakan bahwa Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat silaturahmi sekaligus konsolidasi organisasi.
“Selain silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi forum konsolidasi agar seluruh jajaran memiliki arah gerak yang sama, terutama menjelang Muscab,” ujarnya.
Banyuwangi Diproyeksikan Segera Gelar Muscab
Banyuwangi termasuk salah satu daerah yang diproyeksikan segera menggelar Musyawarah Cabang dalam waktu dekat.
Karena itu, DPW PKB Jawa Timur mendorong seluruh elemen partai di Banyuwangi untuk meningkatkan kesiapan, baik dari sisi struktur organisasi maupun kaderisasi.
Dengan konsolidasi yang terus dilakukan, PKB Banyuwangi diharapkan mampu memperkuat basis dukungan politik sekaligus menatap agenda pemilu mendatang dengan lebih percaya diri. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin