Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harga Cabai Tembus Rp 80 Ribu per Kg Jelang Ramadan, DPRD Banyuwangi Minta Pemkab Serius Stabilkan Harga

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Rabu, 11 Februari 2026 | 07:00 WIB

PEDAS: Pedagang melayani pembeli cabai di Pasar Banyuwangi, Senin (9/2).
PEDAS: Pedagang melayani pembeli cabai di Pasar Banyuwangi, Senin (9/2).

RADARBANYUWANGI.ID – Kenaikan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang bulan suci Ramadan kembali menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi.

Dewan meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi lebih serius dan sigap melakukan langkah antisipasi guna menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pangan di pasaran.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) di sejumlah pasar tradisional, kemarin (10/1), menunjukkan tren kenaikan harga pada beberapa komoditas bahan pokok.

Lonjakan harga paling signifikan terjadi pada komoditas cabai.

Berbagai jenis cabai, baik cabai rawit maupun cabai merah besar, mengalami kenaikan tajam hingga menembus kisaran Rp 80 ribu per kilogram (kg).

Harga tersebut melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya.

Kondisi serupa ditemukan di Pasar Banyuwangi dan Pasar Blambangan, dua pusat perbelanjaan utama masyarakat di wilayah kota.

Kenaikan harga cabai ini pun dikeluhkan oleh konsumen maupun pedagang karena berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat.

Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo, menilai lonjakan harga bahan pokok menjelang Ramadan bukanlah persoalan baru. Namun, menurutnya, kondisi tersebut harus diantisipasi sejak dini agar tidak semakin membebani masyarakat.

“Salah satu langkah yang sangat diperlukan adalah operasi pasar. Ini penting untuk menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan ketersediaan stok bahan pokok di pasaran,” ujar Patemo.

Ia menjelaskan, operasi pasar dapat menjadi instrumen efektif untuk menekan gejolak harga, khususnya pada komoditas yang mengalami kenaikan signifikan.

Selain itu, langkah tersebut juga dapat mencegah terjadinya kelangkaan bahan pangan menjelang Ramadan, saat kebutuhan masyarakat cenderung meningkat.

Patemo menambahkan, keseimbangan antara produsen dan konsumen harus terus dijaga.

Ia menyoroti tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir turut berdampak pada sektor pertanian, terutama pada penurunan produksi komoditas hortikultura seperti cabai.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan produksi petani menurun. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini bisa memicu kelangkaan pasokan dan berujung pada lonjakan harga di pasaran,” jelasnya.

Menurut Patemo, kenaikan harga bahan pokok memiliki dampak yang cukup besar terhadap masyarakat Banyuwangi.

Pasalnya, sebagian besar pendapatan masyarakat masih bergantung pada sektor pertanian. Ketika harga kebutuhan pokok melonjak, daya beli masyarakat otomatis akan tertekan.

“Kita tahu bersama, penghasilan masyarakat Banyuwangi banyak bertumpu pada sektor pertanian. Kalau harga bahan pokok melonjak tajam, tentu sangat mempengaruhi daya beli masyarakat,” tegasnya.

Untuk itu, DPRD Banyuwangi mendorong Pemkab Banyuwangi agar lebih aktif dan responsif melakukan operasi pasar, terutama menjelang Ramadan.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kestabilan harga sekaligus melindungi masyarakat dari gejolak harga yang berlebihan.

“Operasi pasar ini penting sebagai langkah pengendalian harga. Harapannya, Pemkab Banyuwangi bisa segera mengambil langkah konkret agar harga tetap stabil menjelang Ramadan,” imbuhnya.

Selain mendorong operasi pasar, Patemo juga menegaskan DPRD Banyuwangi akan terus menjalankan fungsi pengawasan sesuai kewenangan yang dimiliki.

DPRD akan memantau perkembangan harga bahan pokok di lapangan serta memastikan kebijakan pengendalian harga berjalan efektif.

Ia optimistis, jika ketersediaan bahan pokok yang diproduksi oleh petani lokal dapat dikelola dan diserap dengan baik, maka stabilitas harga di pasaran akan tetap terjaga.

“Kalau stok dari petani lokal tercukupi dan distribusinya lancar, saya yakin harga bisa tetap stabil. Ini yang harus terus dikawal bersama,” pungkasnya. (ray/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#harga cabai #stabilkan harga #DPRD Banyuwangi #operasi pasar #ramadan