RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi bersama Polresta Banyuwangi kembali turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyerap berbagai persoalan di lapangan.
Kegiatan tersebut dikemas dalam Cangkrukan Diskusi Kamtibmas “Candi Mas”, yang digelar di Perkebunan Trebasala, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Sabtu malam (7/2/2026).
Dalam forum yang berlangsung santai dan penuh keakraban itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan berdialog langsung dengan ratusan warga, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dan kepolisian untuk hadir di tengah masyarakat dan mendengar langsung aspirasi warga.
“Dengan ngobrol seperti ini, pemerintah bisa tahu persoalan yang dihadapi warganya, sekaligus mencari solusi bersama,” ujar Ipuk.
Warga Sampaikan Kekhawatiran Peredaran Narkoba
Dalam forum tersebut, sejumlah warga menyampaikan berbagai keluhan dan keresahan, salah satunya terkait kekhawatiran terhadap peredaran obat-obatan terlarang yang dinilai dapat mengancam generasi muda di lingkungan perkebunan.
Warga berharap adanya perhatian serius serta langkah pencegahan yang lebih intensif agar anak-anak dan remaja tidak terjerumus pada pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba.
Menanggapi hal itu, Ipuk mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling peduli dan aktif menjaga lingkungan masing-masing.
Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi, membimbing, dan melindungi anak-anak agar tidak terjerumus pada perilaku yang dapat merusak masa depan mereka.
“Karena keamanan bukan hanya tugas aparat, bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat,” tegas Ipuk.
Kapolresta Ingatkan Keselamatan Lalu Lintas Anak
Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan juga mengingatkan warga terkait keselamatan berlalu lintas, khususnya anak-anak yang belum cukup umur namun sudah mengendarai sepeda motor.
Ia menyebutkan, pernah terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak di bawah umur, bahkan ada kasus anak berusia tujuh tahun yang mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor.
“Ini menjadi perhatian kita bersama. Orang tua harus lebih mengawasi anak-anaknya,” kata Rofiq.
Kapolresta juga menegaskan bahwa kepolisian terbuka terhadap setiap masukan dan laporan dari masyarakat terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Untuk memudahkan komunikasi, ia bahkan membagikan nomor kontak pribadinya kepada warga.
Masyarakat juga diingatkan dapat melapor melalui Call Center 110 atau 112 yang siaga 24 jam, atau langsung datang ke Mapolresta Banyuwangi.
“Kami ingin kehadiran polisi benar-benar dirasakan masyarakat, tidak hanya saat ada masalah, tapi juga untuk mencegah agar masalah itu tidak terjadi,” ujarnya.
Layanan Publik Lengkap Hadir di Tengah Warga
Selain dialog kamtibmas, kegiatan Cangkrukan Candi Mas juga diramaikan dengan pengajian serta berbagai layanan publik terpadu dari Pemkab dan Polresta Banyuwangi.
Layanan yang disediakan antara lain pengurusan administrasi kependudukan (adminduk), layanan pernikahan dari Kementerian Agama, pengurusan SIM, hingga pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga.
Melalui kegiatan ini, Pemkab dan Polresta Banyuwangi berharap sinergi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat semakin kuat.
Kehadiran langsung pimpinan daerah di tengah warga diharapkan mampu membangun rasa aman, kepercayaan, serta mempercepat penyelesaian persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat akar rumput. (*)
Editor : Ali Sodiqin