Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bupati Ipuk Serap Aspirasi Nelayan di Pantai Indah Kedunen Banyuwangi, Keselamatan Kerja hingga Wisata Bahari Jadi Sorotan

Ali Sodiqin • Minggu, 8 Februari 2026 | 07:00 WIB

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berdialog dengan nelayan di Pantai Indah Kedunen, menyoroti keselamatan kerja, bantuan kapal, dan pengembangan wisata bahari.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berdialog dengan nelayan di Pantai Indah Kedunen, menyoroti keselamatan kerja, bantuan kapal, dan pengembangan wisata bahari.

RADARBANYUWANGI.ID - Selain melalui program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani secara rutin turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengetahui berbagai persoalan riil yang dihadapi warga.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi Pemkab Banyuwangi untuk menghadirkan solusi konkret dan tepat sasaran.

Salah satu kegiatan itu dilakukan Ipuk saat mengunjungi Pantai Indah Kedunen (PIK), Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Jumat (6/2/2026).

Di lokasi tersebut, Ipuk menyerahkan bantuan mesin kapal dan alat tangkap ikan bagi nelayan, sekaligus berdialog langsung dengan masyarakat pesisir.

Dalam dialog itu, berbagai aspirasi disampaikan para nelayan. Mulai dari persoalan keselamatan kerja saat melaut, keterbatasan sarana tangkap ikan, hingga harapan pengembangan potensi wisata bahari berbasis konservasi.

Dikutip dari banyuwangikab.go.id, perwakilan Kelompok Nelayan Ban, M. Multazam, mengungkapkan kondisi keseharian nelayan ban di Pantai Indah Kedunen.

Mereka masih mengandalkan ban bekas yang dimodifikasi menjadi perahu untuk mencari ikan di laut.

“Sehari-hari kami menggunakan ban yang dimodifikasi menjadi perahu. Tenaganya masih manual, jadi kalau cuaca tidak bersahabat, risikonya sangat besar,” ujar Multazam di hadapan Bupati Ipuk.

Ia menambahkan, beberapa nelayan bahkan pernah digulung ombak akibat cuaca buruk. Oleh karena itu, pihaknya sangat membutuhkan perlengkapan keselamatan kerja, terutama life jacket atau baju pelampung.

“Di sini kami membutuhkan bantuan life jacket untuk berjaga-jaga saat cuaca memburuk. Ini demi keselamatan kami saat melaut,” katanya.

Selain soal keselamatan, Multazam juga menyampaikan persoalan ekonomi. Menurutnya, nelayan ban umumnya memburu ikan ekspor. Namun, saat ikan ekspor tidak musim, penghasilan mereka turun drastis.

“Kalau tidak musim, penghasilan sangat minim. Bahkan untuk mendapatkan dua puluh ribu rupiah sehari saja sangat sulit,” ungkapnya.

Ia pun berharap adanya bantuan perahu fiber agar jangkauan melaut bisa lebih jauh dan hasil tangkapan meningkat.

Multazam memastikan, jika bantuan tersebut diberikan, nelayan akan merawat dan menjaga sarana tersebut dengan baik.

“Mungkin jika ada, kami juga dibantu perahu fiber, sehingga jangkauan kami mencari ikan lebih jauh. Kami pastikan akan kami rawat dan kami jaga sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Aspirasi lain disampaikan oleh Misno, nelayan yang tergabung dalam Kelompok Pengelola Wisata Bahari (Pokwisri) Desa Bomo.

Ia menjelaskan, kelompoknya saat ini tengah merintis wisata bahari di Pantai Indah Kedunen dengan konsep konservasi dan perlindungan ekosistem laut.

“Di sini kami berharap ada semacam pelatihan dan wadah pengembangan, agar hasil dari pelatihan ini bisa meningkatkan taraf hidup warga pesisir,” kata Misno.

Menurutnya, pengembangan wisata bahari berbasis konservasi tidak hanya berpotensi meningkatkan ekonomi warga, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan laut agar tetap berkelanjutan.

Sementara itu, Slamet Santoso dari Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokwasmas) Pantai Sobo Wonosari juga menyampaikan kebutuhan sarana pendukung wisata laut.

Ia menyebut, kelompoknya membutuhkan perahu wisata untuk menunjang aktivitas wisata bahari bagi pengunjung.

“Kami mohon dukungan perahu untuk kapal wisata, supaya fasilitas melaut dan wisata di pantai yang kami kelola bisa berjalan,” tutur Slamet.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati Ipuk Fiestiandani menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti permintaan para nelayan dan kelompok masyarakat pesisir.

Ia meminta dinas terkait, mulai dari Dinas Perikanan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, hingga Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan, untuk segera berkoordinasi.

“Kami dari Pemkab siap memfasilitasi pelatihan hingga perizinan, alat usaha, bahkan branding produk bapak-bapak dan ibu-ibu nelayan,” ujar Ipuk.

Ipuk juga menekankan pentingnya menjaga kualitas kawasan wisata agar layak dan nyaman bagi wisatawan.

Ia mengapresiasi kondisi Pantai Indah Kedunen yang dinilainya sudah bersih dan tertata.

“Saya juga minta lokasi wisata di sini harus dipastikan layak, bersih, dan nyaman untuk wisatawan. Saya lihat di sini bersih, nyaman, dan banyak pepohonannya,” tambahnya.

Terkait keselamatan nelayan, Ipuk menyatakan akan mengupayakan tambahan bantuan life jacket.

Selain itu, ia juga akan mengusulkan bantuan kapal fiber kepada pemerintah pusat untuk nelayan Banyuwangi.

“Insya Allah semua kami upayakan. Saya juga titip agar setiap bantuan dimanfaatkan secara maksimal dan dirawat dengan baik,” tutup Ipuk. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#serap aspirasi #bupati ipuk #nelayan #blimbingsari #banyuwangi