Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kejar PAD Rp1,5 Triliun, Bupati Jember Gus Fawait Fokus Bangunkan Aset Daerah yang Tidur

Ali Sodiqin • Kamis, 22 Januari 2026 | 06:30 WIB

Bupati Jember Muhammad Fawait.
Bupati Jember Muhammad Fawait.

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mulai menaruh fokus serius pada penguatan sektor pendapatan daerah.

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan, tahun 2026 akan menjadi momentum kebangkitan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi aset-aset milik pemda yang selama ini dinilai belum produktif.

Dilansir dari Radar Jember, PAD Jember pada tahun 2025 tercatat telah menembus angka Rp1 triliun. Capaian tersebut ingin dilampaui pada 2026.

Bahkan, orang nomor satu di Jember itu memasang target ambisius, yakni PAD berada di kisaran Rp1,3 hingga Rp1,5 triliun.

“Saya adalah orang ekonomi. Visi saya di tahun 2026 adalah menaikkan PAD kita hingga di kisaran 1,3 sampai 1,5 triliun rupiah. Strateginya? Kita harus mengoptimalkan aset,” tegas Fawait saat memberikan paparan di kawasan wisata Puncak Rembangan, Jember, belum lama ini.

Menurutnya, Jember memiliki potensi aset daerah yang sangat besar. Namun, selama ini banyak aset pemda yang berstatus “tidur”, terbengkalai, dan belum memberikan nilai tambah secara ekonomi.

Padahal, jika dikelola secara profesional dan modern, aset-aset tersebut dapat menjadi mesin penggerak pendapatan daerah.

Fawait meyakini, target PAD tersebut realistis dicapai asalkan pemerintah mampu mengubah paradigma pengelolaan aset dari pasif menjadi produktif.

Ia pun mencontohkan praktik manajemen aset di negara-negara maju yang menjadikan aset sebagai sumber utama pendapatan.

“Seperti kata mantan Ibu Menteri Keuangan, di negara maju, manusianya bisa sedikit santai karena asetnya yang bekerja keras. Di Jember, selama ini justru manusianya yang bekerja keras, tapi asetnya ‘tidur-tiduran’,” ujarnya.

Kebijakan optimalisasi aset itu, lanjut Fawait, tidak hanya menyasar aset tidak bergerak seperti tanah dan bangunan milik pemda.

Aset bergerak juga akan masuk dalam skema penataan ulang agar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa orientasi kebijakan ini tidak semata-mata mengejar keuntungan finansial yang langsung masuk ke kas daerah.

Lebih dari itu, Pemkab Jember ingin menciptakan multiplier effect atau efek pengganda bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

“Optimalisasi aset harus berdampak luas. Bukan hanya PAD naik, tapi juga membuka peluang usaha, lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi rakyat,” jelasnya.

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu juga mendorong seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) agar tidak lagi ragu melakukan terobosan dalam manajemen aset.

Ia menilai, selama ini masih ada ketakutan berlebih dalam berinovasi yang justru membuat potensi daerah tidak tergarap maksimal.

Menurutnya, kemandirian fiskal daerah hanya bisa tercapai jika Jember tidak terus-menerus bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.

Salah satu kuncinya adalah memaksimalkan seluruh potensi aset yang dimiliki.

“Mulai saat ini, semua aset baik bergerak maupun tidak bergerak harus menghasilkan pendapatan. Entah itu berupa uang yang masuk ke daerah atau melalui multiplier effect bagi ekonomi rakyat. Jangan takut untuk berinovasi,” tandasnya.

Dengan langkah tersebut, Pemkab Jember optimistis mampu memperkuat struktur keuangan daerah sekaligus mendorong pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan mandiri pada tahun-tahun mendatang. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#pemkab jember #Gus Fawait #PAD #Aset Daerah #bupati jember