RADARBANYUWANGI.ID - Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo meminta masyarakat, khususnya warga Kecamatan Besuki, ikut menjaga dan memelihara Pendopo Pate Alos yang baru saja rampung direvitalisasi.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan aset bersejarah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga peran aktif masyarakat.
Permintaan tersebut disampaikan Bupati Rio saat meninjau langsung Pendopo Pate Alos Besuki, Sabtu (3/1/2026).
Dalam kesempatan itu, ia secara khusus menitipkan pesan agar bangunan bersejarah tersebut dijaga kebersihan, keamanan, serta keindahannya.
“Saya titip ya, Pendopo Pate Alos Besuki ini dijaga kebersihannya, keamanannya, keindahannya. Saya hanya lima tahun jadi bupati, jadi tolong betul-betul dijaga,” ujar Bupati Rio di hadapan warga.
Warisan Sejarah Kawedanan Besuki
Bupati Rio menegaskan, Pendopo Pate Alos bukan sekadar bangunan fisik, melainkan warisan sejarah penting yang merekam perjalanan panjang Besuki sejak era Hindia Belanda.
Ia menjelaskan, pada masa lalu Besuki merupakan pusat administrasi penting, yakni ibu kota Karesidenan Besuki yang wilayahnya meliputi Jember, Bondowoso, Situbondo, hingga Banyuwangi.
“Dulu Besuki ini pusat administrasi penting sebagai ibu kota Karesidenan Besuki. Sejarahnya panjang dan itu harus kita jaga bersama,” ungkapnya.
Menurutnya, revitalisasi Pendopo Pate Alos merupakan langkah awal pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali identitas sejarah Besuki.
Masih Ada PR Besar: Alun-alun dan Masjid Jami’
Meski bersyukur revitalisasi pendopo bisa dilakukan di awal masa jabatannya, Bupati Rio mengakui masih memiliki pekerjaan rumah besar di Besuki, yakni penataan Alun-alun Besuki dan Masjid Jami’ Besuki.
Kedua bangunan tersebut dinilai memiliki nilai sejarah tinggi karena telah terdokumentasi sebelum tahun 1880.
“Kami bersyukur bisa merevitalisasi pendopo di awal masa jabatan. Masih ada satu lagi PR saya, alun-alun dan masjid. Masjid belum bisa direvitalisasi karena masih atas nama yayasan,” jelasnya.
Siap Beri Jaminan ke Yayasan Masjid
Bupati Rio mengungkapkan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya persuasif dengan yayasan yang mengelola Masjid Jami’ Besuki.
Namun hingga kini, yayasan belum bersedia menyerahkan pengelolaan masjid kepada Pemerintah Kabupaten Situbondo.
Alasan utama penolakan disebut karena adanya kekhawatiran pengurus takmir masjid akan diganti.
“Kami sudah rapat dua kali, minta dengan cara yang baik, tapi yayasan khawatir takmir diganti,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Rio menegaskan siap membuat perjanjian tertulis hitam di atas putih demi meyakinkan pihak yayasan.
“Saya orangnya komitmen. InsyaAllah akan menepati apapun syarat yayasan. Salah satunya, takmir masjid tidak akan diganti sampai kapan pun,” tegasnya.
Ia bahkan menambahkan dengan nada santai bahwa dirinya juga tidak memiliki kepentingan pribadi.
“Saya juga tidak ada tampang dan potongan buat jadi takmir masjid,” ujarnya disambut tawa warga.
Besuki Disiapkan Jadi Kawasan Heritage
Lebih jauh, Bupati Rio membeberkan rencana besar menjadikan Besuki sebagai kawasan heritage atau kawasan bersejarah yang terintegrasi.
Kawasan Besuki Heritage nantinya akan mencakup Pendopo Pate Alos, taman bunga, alun-alun, pasar, dan masjid sebagai satu kesatuan ruang publik bernilai sejarah dan wisata budaya.
“Rencana saya, pendopo, taman bunga, alun-alun, pasar dan masjid itu jadi satu kawasan Besuki Heritage,” bebernya.
Ia optimistis, konsep ini akan menjadi daya tarik wisata sejarah sekaligus pusat aktivitas masyarakat.
Belum Diresmikan, Sudah Viral
Menariknya, meski belum diresmikan secara resmi, rampungnya revitalisasi Pendopo Pate Alos sudah menyedot antusiasme masyarakat.
Warga dari berbagai daerah berdatangan untuk berswafoto, bahkan mengunggah foto dan video ke media sosial.
“Padahal belum diresmikan, tapi sudah banyak yang datang dan meng-upload foto serta video. Pendopo Pate Alos jadi viral,” kata Bupati Rio.
Ia berharap, antusiasme tersebut diiringi dengan kesadaran bersama untuk menjaga fasilitas publik agar tetap lestari.
“Kalau dijaga bersama, manfaatnya akan dirasakan sampai anak cucu kita nanti,” pungkasnya.
Dengan keterlibatan masyarakat dan dukungan lintas pihak, Pemkab Situbondo optimistis kawasan Besuki dapat tumbuh sebagai ikon heritage yang membanggakan dan berkelanjutan. (*)
Editor : Ali Sodiqin