RADARBANYUWANGI.ID – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melaksanakan program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa), Senin (8/11). Kali ini desa yang dikunjungi adalah Jelun, Licin, Tamansari, dan Pakel, Kecamatan Licin, Banyuwangi.
Salah satu agenda yang menarik perhatian warga adalah simulasi mitigasi bencana yang melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), serta Tagana Banyuwangi di rest area Jambu.
Dalam kegiatan tersebut ditunjukkan berbagai langkah penyelamatan diri apabila terjadi bencana seperti tertimpa dahan pohon, banjir, hingga kebakaran yang disimulasikan. Bupati Ipuk mengatakan, edukasi mitigasi bencana menjadi hal yang sangat penting bagi masyarakat mengingat Banyuwangi merupakan wilayah yang memiliki berbagai potensi kerawanan bencana. ”Simulasi ini sangat penting bagi masyarakat karena Banyuwangi sendiri wilayahnya rawan akan bencana,” ujarnya.
Tidak hanya fokus pada bencana alam, Ipuk juga menekankan pentingnya edukasi penanganan kebakaran skala rumah tangga. Ia mencontohkan cara memadamkan api pada kompor yang terbakar. ”Kebakaran juga perlu dipahami cara menanganinya. Misalnya, jika kompor terbakar cukup ditutup dengan kain basah untuk memadamkan api,” katanya.
Ipuk berharap simulasi tersebut menambah pengetahuan masyarakat. ”Jadi kalau terjadi kebakaran tidak usah panik. Semoga simulasi ini bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Koordinator Tagana Banyuwangi Dedy Utomot menjelaskan, simulasi ini dirancang untuk memberikan edukasi penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Tujuannya, kata dia, agar warga memiliki kemandirian dalam menghadapi situasi darurat. ”Jika terjadi bencana, orang yang tahu kondisi pertama kali adalah orang yang mengalami atau orang terdekat. Kami ingin memberikan kemandirian kepada masyarakat untuk menanggulangi bencana,” ujarnya.
Dedy menambahkan, pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa ada jeda waktu sebelum tim kabupaten tiba di lokasi bencana. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi krusial. “Faktanya, jika ada bencana, tim kabupaten membutuhkan waktu untuk tiba. Maka dari itu kami siapkan orang-orang terdekat yang bisa melakukan penanganan awal,” tambahnya.
Hadirkan Layanan Publik
Sementara itu, selama melaksanakan Bunga Desa, berbagai layanan publik dihadirkan di empat desa. Bupati Ipuk juga melihat langsung potensi satu persatu di desa yang disinggahi, termasuk mengetahui permasalahan sekaligus mencari solusi persoalannya.
Di empat desa itu Ipuk menggeber berbagai kegiatan mulai kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, insfrastruktur, UMKM, pengembangan potensi desa, dialog dengn warga dan tokoh masyarakat, serta beragam program lainnya.
Seperti di Desa Jelun digelar pelayanan kesehatan gratis, sarasehan kesehatan mental oleh psikolog untuk para lansia. Dalam pemeriksaan kesehatan gratis ini, juga terdapat layanan dokter spesialis (penyakit dalam dan geriartri). "Jadi ketika diperiksa terdapat indikasi gangguan kesehatan, bisa langsung diperiksa dan ditangani oleh dokter spesialis," kata Ipuk.
Saat ini Banyuwangi secara bergilir menghadirkan layanan dokter spesialis di puskesmas, sehingga warga yang membutuhkan layanan dokter spesialis bisa langsung datang ke puskesmas tanpa perlu menempuh jarak jauh ke rumah sakit.
Bantu Alat Usaha
Selain itu Ipuk juga menggelar beragam program sosial seperti bedah rumah warga tak layak huni, bantuan alat usaha Warung Naik Kelas (Wenak), bantuan sembako, hingga santunan anak yatim.
Di sektor pendidikan juga digelar berbagai kegiatan di SMPN 1 Licin mulai pembelajaran Coding dan AI untuk guru, pelatihan Smart Gasing PISA bagi guru, edukasi Kebencanaan bagi siswa oleh BPBD, parenting oleh Psikolog untuk Wali Murid SMP.
Ipuk juga melihat berbagai potensi desa, seperti di Desa Licin Ipuk meninjau sejumlah UMKM dan Wisata Banyukuwung Binaan Bumdes Licin. Banyu Kuwung merupakan wisata alam yang berupa pemandian mata air alami dengan view pegunungan yang segar. Terletak di lereng Gunung Ijen, tepatnya di Dusun Panggang, Desa Licin.
"Tempatnya bagus dan asri, cocok untuk liburan keluarga. Saya minta Pak Camat dan dinas terkait untuk terus melakukan pendampingan agar makin berkembang," kata Ipuk.
Selain Banyu Kuwung, desa-desa di Kecamatan Licin yang terletak di Lereng Gunung Ijen tersebut terdapat banyak pelaku wisata. Mulai dari kuliner, UMKM, hingga homestay. Untuk itu Ipuk menggelar pelatihan pembuatan konten promosi serta bantuan alat konten kreator, untuk mempromosikan beragam potensi wisatanya.
Dialog dengan Kades
Di tiap Bunga Desa, beragam layanan administrasi publik juga digelar seperti Adminduk (KTP, Kartu Keluarga, Identitas Anak, dan lainnya), Pelayanan HAKI, layanan Perizinan/NIB, klinik UMKM, Rekomendasi SDA dan Register Hippam, PBB/Pembayaran Pajak Daerah/Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor, BPJS Ketenagakerjaan, dan lainnya.
Ipuk juga berdialog dengan seluruh Kades se-Kecamatan Licin, warga dan tokoh masyarakat untuk mengurai beragam permasalahan yang ada di desa. “Apa yang menjadi aspirasi warga kami tampung, dan kami carikan solusinya. Penyelesaiannya ada yang butuh waktu seperti masalah infrastruktur, ada yang bisa langsung kami eksekusi,” tutup Ipuk. (cw3/aif)
Editor : Ali Sodiqin