Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Komisi IV DPRD Sidak Pelabuhan Tanjungwangi: Bongkar Akar Kemacetan Jalur Utara yang Tak Kunjung Selesai

Fredy Rizki Manunggal • Rabu, 3 Desember 2025 | 11:30 WIB
CARI SOLUSI: Anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi mendatangi kantor Pelindo Tanjungwangi, Senin (1/12)
CARI SOLUSI: Anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi mendatangi kantor Pelindo Tanjungwangi, Senin (1/12)

RADARBANYUWANGI.ID - Kemacetan yang kerap terjadi di jalur utara menuju Pelabuhan Tanjungwangi mulai menjadi perhatian khusus.

Senin (1/12), sejumlah anggota DPRD dari Komisi IV mendatangi kantor Pelindo Tanjungwangi untuk mencari solusi kemacetan yang tak kunjung terselesaikan.

Dalam kunjungan tersebut tampak Sekretaris Komisi IV DPRD Ratih Nur Hayati dan beberapa anggota seperti Ahmad Taufik, Umi Kulsum, dan Pramudita Maharani.

Mereka menemui General Manager Pelindo Cabang Tanjungwangi, Eko Budyasmoro bersama dengan Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, I Komang Sudira Atmaja.

Dalam kunjungan tersebut, anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi Ahmad Taufik mengatakan, dirinya kerap mendapatkan keluhan akibat kemacetan rutin yang terjadi di sekitar Pelabuhan Tanjungwangi.

Setelah mendapat laporan, Taufik sempat melakukan pengecekan langsung di lapangan. Benar saja, beberapa kali terlihat kemacetan yang terjadi di lokasi tersebut.

"Kenapa di sini selalu rutin macetnya, berarti ada yang salah. Sudah tidak terhitung, bisa dipastikan setiap minggu pasti macet," tegas Taufik.

Politisi dari PKB itu membandingkan dengan kondisi kemacetan di Pelabuhan ASDP Ketapang.

Di sana, kemacetan juga bisa terjadi, namun selalu ada faktor penyebab yang sifatnya insidental.

Seperti kecelakaan kapal atau kondisi cuaca buruk yang mengakibatkan pelabuhan tutup. Selebihnya pelabuhan dan arus lalu lintas di luar berjalan normal.

"Kami didatangi warga Ketapang dan Bulusan, mereka menyampaikan keluhan ini. Saya juga mengecek langsung ke lapangan. Akhirnya saya laporkan ke pimpinan yang kemudian sepakat kita sidak ke lokasi," tegasnya.

Taufik mengatakan, dari penjelasan GM Pelindo Tanjungwangi, ada faktor eksternal yang menjadi penyebab kemacetan terjadi.

Bukan karena faktor internal. Seharusnya sebagai perwakilan pemerintah, Pelindo bisa menguraikanya.

Karena itu, permasalahan ini menurut Taufik akan dilanjukan pada rapat dengar pendapat (hearing) yang akan digelar kemungkinan pada pekan ini.

Taufik ingin memastikan penyebab utama kemacetan yang terjadi di luar pelabuhan.

Rapat dengan pendapat itu akan dilaksanakan untuk mencari solusi agar kemacetan tidak terus menerus terjadi.

"Dari keterangan Pak GM ada lahan parkir di pelabuhan yang mampu menampung 2,5 kapasitas kapal. Artinya, jika satu kapal kapasitasnya 200, kurang lebih bisa 500-an kendaraan bisa masuk. Setiap hari ada 4 kapal beroperasi, tapi kenapa masih macet," tegasnya.

Taufik mensinyalir ada permainan yang terjadi. Entah dari pengatur kendaraan atau penjual tiket. Infonya hanya kendaraan bertiket saja yang bisa masuk ke dalam pelabuhan.

”Nah ini yang perlu saya klarifikasi. Nanti akan kita tanyakan saat hearing, poinya adalah kenapa negara kalah dengan permainan dengan sistem yang dilakukan operator kapal, jangan ada negara dalam negara," tegasnya.

General Manager Pelindo Cabang Tanjungwangi, Eko Budyasmoro mengatakan, permasalahan terkait kepadatan di luar Pelabuhan Tanjungwangi memang masih sering terjadi.

Padahal dari sisi pelabuhan, pihaknya sudah menyediakan area kantung parkir yang siap menampung lebih dari 200 kendaraan yang akan muat ke kapal.

Dari sisi armada juga sudah ada empat kapal Long Distance Ferry (LDF) yang melayani angkutan menuju Lombok.

Karena itu dengan kunjungan dari DPRD, Eko mengaku siap duduk bersama mencari solusi mengurai masalah tersebut. Dia mengaku ingin ikut menuntaskan permasalahan yang tak kunjung usai tersebut.

"Padahal kantung parkir yang ada di dalam dan diluar pelabuhan kita hitung seharusnya sudah cukup. Kemudian ada 4 kapal yang beroperasi. Kita siap mencari solusi bersama," tandasnya. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#macet #Ketapang #Pelabuhan Tanjungwangi #DPRD Banyuwangi #pelabuhan #jalur utara #pelindo