RADARBANYUWANGI.ID – Program Banyuwangi Berbagi yang diinisiasi Bupati Ipuk Fiestiandani menuai apresiasi pemerintah pusat.
Upaya penanganan kemiskinan yang melibatkan ribuan aparatur sipil negara (ASN) hingga pegawai BUMN/swasta digelar sejak 2021 lalu.
Melalui gerakan ini setiap orang memberikan bantuan setiap bulan kepada warga miskin by name by adress yang datanya tersedia di aplikasi Smartkampung.
Bantuan bahan makanan pokok diberikan kepada keluarga yang memiliki anak penderita tengkes (stunting).
Tidak hanya sembako dan makanan, untuk momen tertentu, misalnya, saat tahun ajaran baru, para ASN, pegawai BUMN, maupun swasta juga memberikan peralatan sekolah kepada anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu.
Apresiasi terhadap gerakan Banyuwangi Berbasi salah satunya datang dari Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf.
Bahkan, dalam rangkaian kunjungannya ke Banyuwangi pada Kamis sampai Jumat (2-3/10) lalu, juga menyerahkan bantuan Banyuwangi Berbagi kepada sejumlah tukang ojek di kabupaten ujung timur Pulau Jawa.
Pada bulan ini, gerakan Banyuwangi Berbagi diarahkan untuk memberikan bantuan kepada tukang ojek berupa helm dan jaket.
Mensos yang akrab disapa Gus Ipul tersebut menyerahkan langsung helm dan jaket kepada tukang ojek bersama Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Panjaitan didampingi Bupati Ipuk Fiestiandani di Kopi Lego, Kampung Kopi Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro.
Hadir pula Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Siti Mafrochatin Ni’mah. “Ini gerakan yang sangat baik dan perlu didukung,” ujar Gus Ipul.
Bupati Ipuk mengatakan, Banyuwangi Berbagi akan terus digerakkan pemkab Banyuwangi melengkapi program bantuan sosial lain dari pemerintah. “
Kali ini Banyuwangi Berbagi memberikan bantuan helm dan jaket kepada penarik ojek baik ojek online maupun ojek pangkalan untuk mendukung pekerjaan mereka,” ujarnya.
Ipuk mengatakan dengan helm dan jaket baru diharapkan bisa meningkatkan keselamatan dan juga kualitas layanan para pengemudi ojek.
“Dengan helm dan jaket yang memenuhi standar tentunya pelanggan ojek akan merasa lebih aman dan nyaman sehingga semakin senang untuk naik ojek” katanya.
Sementara itu, salah satu pengemudi ojek yang menerima bantuan adalah Herna Fidiyanti. Ia mengaku sudah dua tahun jadi driver ojek online. Dia merasa senang mendapatkan bantuan helm dan jaket tersebut.
“Kebetulan helm yang untuk pelanggan sudah lama. Dengan helm baru ini semoga pelanggan saya semakin nyaman,” harapnya.
Sebelumnya Banyuwangi juga mencanangkan gerakan naik ojek online dan angkutan umum setiap Jumat.
Gerakan ini ditujukan bagi para ASN Banyuwangi yang akan berangkat maupun pulang kerja di setiap Jumat sebagai upaya meningkatkan pendapatan para pengemudi ojek dan angkutan umum. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin