RADARBANYUWANGI.ID - Empat jabatan kosong di Pemerintah Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, akhirnya segera terisi.
Pada Selasa (24/9), proses penjaringan perangkat desa resmi digelar untuk posisi Kepala Dusun (Kadus) Krajan 1, Kadus Jalen 2, serta dua staf desa.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Setail, Nurkolis, mengatakan seleksi ini diikuti 31 pendaftar.
Prosesnya meliputi tes tulis, praktik komputer, public speaking, dan wawancara yang dirampungkan dalam satu hari.
“Akan kami selesaikan hari ini juga, agar bisa transparan dan tidak menimbulkan kecurigaan adanya kecurangan,” ujarnya.
Menurutnya, kekosongan jabatan ini sangat mendesak untuk diisi. Posisi Kadus Krajan 1 sudah lowong lebih dari setahun setelah pejabat sebelumnya meninggal dunia.
Sementara Kadus Jalen 2 kosong sekitar tujuh bulan karena pengunduran diri.
“Kebutuhan tambahan tenaga ini sangat urgen, terutama untuk pelayanan masyarakat, salah satunya pungutan pajak,” jelasnya.
Selama ini, tugas pungutan pajak terpaksa dialihkan ke pihak lain. Hal itu kerap menimbulkan keluhan warga yang merasa belum menerima bukti pembayaran atau pipil pajak.
“Padahal tugas itu seharusnya dijalankan langsung oleh kepala dusun,” tambahnya.
Untuk menjaga transparansi, pihak desa menggandeng lembaga independen.
Soal ujian tulis disiapkan oleh Staidu Muncar, sementara tim wawancara melibatkan pejabat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi serta perwakilan Kecamatan Genteng.
Terkait proses Pergantian Antar Waktu (PAW) kepala desa definitif, Nurkolis mengaku masih menunggu rekomendasi Pemkab Banyuwangi.
“BPD sebenarnya sudah membentuk panitia, tapi diminta menunggu rekomendasi dari kabupaten. Proses ini masih belum berjalan,” katanya.
Ia menambahkan, proses PAW juga menunggu terbitnya Peraturan Pelaksanaan (PP) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014.
“Kalau PP itu sudah keluar, mungkin kita bisa segera PAW. Kalau belum, sementara masih dengan Pj. Jabatan saya pun menunggu evaluasi dari Bupati, kalau masih dipercaya akan diteruskan,” pungkasnya.
Editor : Agung Sedana