Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mahasiswa Bawa 13 Tuntutan, Pemkab-DPRD Banyuwangi Gelar Audiensi Bersama BEM SI dan Cipayung Plus

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Kamis, 4 September 2025 | 12:15 WIB
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Cipayung Plus foto Bersama Forkopimda di DPRD Banyuwangi, Rabu (3/9).
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Cipayung Plus foto Bersama Forkopimda di DPRD Banyuwangi, Rabu (3/9).

RADARBANYUWANGI.ID - Pemkab Banyuwangi bersama DPRD menggelar audiensi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Cipayung Plus di ruang rapat khusus DPRD Banyuwangi, Rabu (3/9).

Audiensi dihadiri oleh Bupati Ipuk Fiestaidani, Dandim, Kapolresta, Ketua DPRD Banyuwangi dan wakilnya.

Pertemuan ini digelar sebagai tindak lanjut atas aspirasi yang sebelumnya disampaikan mahasiswa melalui aksi demonstrasi. Dalam forum tersebut, Cipayung Plus terdiri  GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), dan IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah).

Mereka membacakan dan menyerahkan 13 tuntutan utama kepada pemerintah daerah dan DPRD Banyuwangi.

Isi tuntutan antara lain, Cipayung mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset sebagai upaya pemberantasan korupsi.

Menghapus tunjangan DPRD Kabupaten Banyuwangi yang dinilai tidak pro terhadap kondisi masyarakat.

Kelompok Cipayung Plus juga menekankan perlunya reformasi pada partai politik sebagai pilar demokrasi, serta mendesak pemerintah untuk menghadirkan regulasi dan kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil.

Ketua Cabang PMII Banyuwangi M. Haddadalwi Nasyafiallah mengatakan, forum ini bukan karena tidak mampu untuk melakukan aksi demonstrasi, tapi mengepankan sikap intelektual yang fokus akan solusi buka pada aksi anarkis.

“Kami menjalankan fungsi dan kontrol sebagai mitra kritis dan sebagai jembatan aspirasi rakyat. Ssebagai organisasi intelektual, kami lebih menonjolkan cara-cara  intelektual untuk menjaga Banyuwangi,” ungkapnya.

Menanggapi aspirasi mahasiswa, pimpinan DPRD Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk menyalurkan dan meneruskan tuntutan tersebut kepada pemerintah pusat.

“Aspirasi teman-teman mahasiswa akan kami sampaikan ke pusat. Kami siap menjembatani agar suara masyarakat Banyuwangi ini bisa didengar secara lebih luas,” ujar I Made Cahya Negara, selaku Ketua DPRD Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiai sikap kritis mahasiswa. Menurutnya, kritik yang membangun menjadi bagian penting dalam mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

“Intinya semua ini demi Banyuwangi.  Kami atas nama pemerintah daerah sangat mengapresiasi dan mendukung yang diusulkan oleh teman-teman semua dari kelompok Cipayung Plus,” tegasnya. (cw5-Dalila Adinda/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#DPRD Banyuwangi #pemkab banyuwangi #bem si #Cipayung Plus