Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Banyuwangi Raih Kabupaten Layak Anak 2 Tahun Berturut, Pemkab Perkuat Perlindungan dan Peran Keluarga

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Rabu, 20 Agustus 2025 | 13:15 WIB
CERIA: Anak-anak bermain lompat tali pada rangkaian Festival Memengan Tradisional do RTH Maron, Genteng, pada akhir Juli lalu (26/7).
CERIA: Anak-anak bermain lompat tali pada rangkaian Festival Memengan Tradisional do RTH Maron, Genteng, pada akhir Juli lalu (26/7).

RADARBANYUWANGI.ID – Penghargaan Kabupaten Layak Anak kategori Nindya yang berhasil diraih selama dua tahun beruntun tak membuat jajaran pemerintah kabupaten ujung timur Pulau Jawa jemawa.

Sebaliknya, pemkab terus berkomitmen memperkuat perlindungan anak di Bumi Blambangan.

Tidak hanya itu, pemkab juga mengajak lintas elemen untuk berkolaborasi untuk memperkuat perlindungan anak di Banyuwangi. Termasuk penguatan peran keluarga sebagai benteng utama.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, program yang selama ini sudah berjalan seperti Ruang Pemberdayaan dan Perlundungan Ibu-Anak (Ruang Rindu), Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A), hingga inisiatif para kader desa, tidak boleh berhenti.

Justru harus terus dikuatkan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat.

“Apa yang sudah dilakukan harus dikuatkan kembali. Pemkab tidak bisa bekerja sendiri, perlu kolaborasi dengan kepolisian, aparat hukum, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keluarga adalah benteng pertama dalam mewujudkan perlindungan anak. Dengan dukungan keluarga, anak-anak dapat memperoleh pendidikan, kesehatan, dan tumbuh kembang yang layak.

“Keluarga menjadi sektor penting agar anak-anak bisa terlindungi dan tetap bahagia menikmati masa kecilnya,” kata Ipuk.

Ipuk juga menyoroti tantangan dunia digital. Menurutnya, kemajuan teknologi memberi peluang sekaligus ancaman bagi anak-anak. Karena itu, orang tua harus melek digital agar mampu membimbing dan mengawasi.

“Anak-anak kita tidak bisa dipisahkan dari digitalisasi, tapi perlu pendampingan supaya tidak terjerumus pada hal-hal negatif seperti judi online atau game yang tidak bermanfaat,” tegasnya.

Pemkab Banyuwangi, imbuhnya, akan terus memperkuat kebijakan perlindungan anak, termasuk membatasi paparan negatif dari ruang digital.

“Perlindungan anak dimulai dari keluarga, kemudian diperkuat dengan kebijakan pemerintah daerah serta dukungan semua pihak. Dengan begitu, predikat Kota Layak Anak bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak di Banyuwangi,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Banyuwangi kembali mempertahankan predikat sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) Kategori Nindya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Kabupaten ujung timur Pulau Jawa berhasil mempertahankan Kategori Nindya selama dua tahun berturut-turut.

Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian PPPA atas komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi tumbuh kembang anak.

Penganugerahan dilangsungkan di Jakarta pada Jumat (8/8) lalu. (cw5-Dalila Adinda/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#kabupaten layak anak #banyuwangi