Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ironi Bupati Pati Sudewo: Kader Gerindra, Direstui Jokowi, Menang Pilkada, hingga Terancam Dimakzulkan Gara-gara Pajak

Ali Sodiqin • Kamis, 14 Agustus 2025 | 20:04 WIB
Bupati Pati Sudewo.
Bupati Pati Sudewo.

RADARBANYUWANGI.ID Kurang dari sebulan sebelum pencoblosan Pilkada, langkah Sudewo menuju kursi Bupati Pati seperti tak terbendung.

Bersama wakilnya, Risma Ardhi Chandra, ia sowan ke rumah mantan Presiden Joko Widodo di Kelurahan Sumber, Solo, Rabu (6/11/2025).

Momen itu diabadikan Sudewo di akun Instagram pribadinya, @sudewoofficial, sehari berselang.

Dalam unggahannya, Sudewo mengaku mendapat pesan penting dari Jokowi: membangun Pati lewat kolaborasi pusat dan daerah, memperkuat perekonomian, serta mengelola potensi perikanan dan garam.

“Dukungan Pak Jokowi mencerminkan keyakinan terhadap kapasitas saya dan Mas Chandra untuk mewujudkan visi perubahan,” tulisnya.

Restu Jokowi ternyata ampuh. Pasangan Sudewo-Chandra menang telak di Pilkada 27 November 2025 dengan perolehan 53,53 persen suara, mengalahkan dua pasangan rival.

Mereka didukung delapan partai politik, termasuk Gerindra, PKB, dan Golkar.

Namun, euforia kemenangan itu tak bertahan lama. Baru sebulan menjabat, Sudewo sudah memantik gelombang protes.

Penyebabnya: kebijakan menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.

Ribuan warga turun ke jalan, 13 Agustus 2025, mendesak Sudewo mundur dari jabatannya.

Alih-alih meredam, Sudewo justru menantang. Dalam video yang viral, ia mempersilakan bahkan 50 ribu warga demo. “Saya tidak akan mengubah keputusan,” tegasnya.

Baca Juga: Ricuh Demo Pati! Mobil Polisi Dibakar, Sudewo Dilempari Sandal, Massa Desak Mundur!

Tak hanya soal pajak, Sudewo juga menuai kontroversi lewat kebijakan lima hari sekolah yang akhirnya dibatalkan setelah protes santri.

Ia pun sempat memerintahkan pembubaran posko donasi warga di depan kantornya.

Aksi puncak terjadi saat demo besar di Alun-Alun Pati. Sudewo sempat meminta maaf, namun malah dilempari botol dan sandal.

DPRD Pati langsung bereaksi dengan membentuk Panitia Khusus Hak Angket Pemakzulan.

“Ini hak DPRD, saya hormati,” kata Sudewo singkat di Pendopo Pati.

Karier politik Sudewo yang panjang – dari insinyur PU, anggota DPR dua periode, hingga mendapat restu Jokowi – kini berada di ujung tanduk.

Semua mata tertuju pada sidang hak angket yang bisa menentukan nasibnya di kursi bupati. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Sudewo Candra #Risma Ardhi Chandra #pati #joko widodo #kader gerindra