Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Banyuwangi Luncurkan Dua Layanan Canggih! AI & Aplikasi Kesehatan Siap Ubah Wajah Pelayanan Publik

Sigit Hariyadi • Rabu, 25 Juni 2025 | 13:11 WIB
INOVASI: Bupati Ipuk Fiestiandani bersama Henik Setyorini (kiri) dan M.Y. Bramuda (dua dari kiri), perwakilan BPSDM Jatim, serta elemen terkait pada peluncuran Sniper Inklusi dan Lentera Banyuwangi.
INOVASI: Bupati Ipuk Fiestiandani bersama Henik Setyorini (kiri) dan M.Y. Bramuda (dua dari kiri), perwakilan BPSDM Jatim, serta elemen terkait pada peluncuran Sniper Inklusi dan Lentera Banyuwangi.

RADARBANYUWANGI.ID – Bupati Ipuk Fiestiandani meluncurkan dua inovasi layanan baru, yakni ”Sniper Inklusi” dan ”Lentera Banyuwangi”, dalam acara yang digelar di Ruang Rempeg Jogopati, Kantor Pemkab Banyuwangi, Selasa (24/6).

Peluncuran inovasi ini dihadiri perwakilan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pemprov Jatim, Margoyuwono dan Sobirin, sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), serta berbagai elemen terkait.

Kedua inovasi tersebut merupakan hasil proyek perubahan dari aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Banyuwangi yang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II (Diklat Pim II). Program Sniper Inklusi digagas oleh Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Keluarga Berencana (Dinsos-PPKB) Henik Setyorini, sedangkan Lentera Banyuwangi digagas oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M.Y. Bramuda. Keduanya telah melalui tahap uji oleh Pemprov Jatim.

Bupati Ipuk mengapresiasi terobosan tersebut dan menyebut inovasi ini memperkaya ragam layanan publik di Banyuwangi. ”Sebenarnya ini merupakan proyek perubahan dari dua ASN kita yang saya tugaskan mengikuti Diklat Pim II. Mereka membuat proyek ini untuk melengkapi inovasi layanan yang sudah ada,” ujar Ipuk.

Sniper Inklusi merupakan layanan pengentasan kemiskinan dan penanganan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Program ini mengusung kolaborasi antara pemerintah dengan lembaga filantropi dan perbankan. Pelaksanaannya dibagi menjadi dua tim, yaitu tim analisis dan tim asesmen. Analisis dilakukan secara komprehensif dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menentukan ketepatan asesmen. ”Harapannya, penanganan benar-benar tepat sasaran sesuai kebutuhan PPKS,” jelas Ipuk.

Adapun Lentera Banyuwangi merupakan sistem integrasi layanan kesehatan yang mengutamakan kecepatan dan efisiensi. Melalui sistem ini, seluruh fasilitas kesehatan dari klinik hingga rumah sakit saling terkoneksi. ”Misalnya ingin ke rumah sakit dan butuh ambulans, masyarakat tinggal membuka aplikasi. Untuk rekam medis, cukup menunjukkan NIK, data akan langsung muncul tanpa perlu membawa berkas. Masyarakat juga tidak perlu antre karena jadwal layanan sudah tersedia di aplikasi,” jelasnya.

Sistem ini juga memungkinkan pemerintah memantau performa tenaga medis. Ipuk menyebut prinsip utama Lentera Banyuwangi adalah ”menyehatkan di luar dan mendisiplinkan di dalam”.

Ke depan, dua inovasi tersebut akan diintegrasikan dengan super aplikasi Smartkampung. ”Kami harap inovasi yang diciptakan bukan sekadar seremonial, tetapi juga benar-benar berdampak dan berkelanjutan. Tentu saja, harus terus dimonitor dan dievaluasi agar kita tahu kelebihan dan kekurangannya,” tegasnya.

Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Jatim Margoyuwono menyebut Banyuwangi sebagai barometer inovasi nasional. Dia mengapresiasi langkah Henik dan Bramuda dalam menggagas program yang dinilai mampu melengkapi layanan publik yang sudah ada. ”Pak Bramuda dan Bu Henik melihat apa yang perlu disempurnakan, dan semangat semacam itu penting dimiliki oleh setiap ASN,” pungkasnya. (sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#Bupati Banyuwangi #Banyuwangi 1 #inklusi #lentera #Ipuk Fiestiandani #sniper