Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Nasib Amien Rais Terkini: Sudah Gagal, Masih Digugat! Bukti Karma Gus Dur?

Agung Sedana • Selasa, 24 Juni 2025 | 20:12 WIB
Amien Rais, bagaimana kabarnya kini?
Amien Rais, bagaimana kabarnya kini?

RADARBANYUWANGI.ID – Pendiri Partai Ummat, Amien Rais, kembali menjadi sorotan publik usai munculnya konflik internal yang melibatkan sejumlah Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) partai tersebut. 

Sekitar 24 DPW melayangkan somasi kepada Kementerian Hukum dan HAM terkait perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai yang dinilai tidak demokratis.

Perubahan yang diputuskan oleh Majelis Syura, yang dipimpin langsung oleh Amien Rais, disebut dilakukan tanpa mekanisme Musyawarah Nasional (Munas) atau Rakernas. 

Hal ini memicu penolakan luas di internal partai, bahkan sebagian kader menyebut akan menempuh jalur hukum jika Kemenkumham tidak menanggapi somasi tersebut.

Ketegangan ini menambah deretan tantangan yang dihadapi Amien Rais pasca Partai Ummat gagal lolos sebagai peserta Pemilu 2024.

Amien Rais tercatat sebagai salah satu tokoh sentral reformasi 1998 yang kemudian mencoba peruntungan di panggung Pilpres 2004.

Saat itu, ia maju sebagai calon presiden dari Partai Amanat Nasional (PAN) berpasangan dengan Siswono Yudo Husodo. 

Namun, pencalonannya gagal mencuri perhatian pemilih secara luas. Pasangan Amien–Siswono hanya memperoleh sekitar 14% suara nasional dan gagal melaju ke putaran kedua, tertinggal dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono–JK dan Megawati–Hasyim Muzadi.

Kegagalan tersebut menandai awal kemunduran Amien Rais dalam kontestasi elektoral nasional. Meski pernah menjabat Ketua MPR RI, pamornya di mata publik sebagai calon eksekutif tidak cukup kuat. 

Banyak analis menyebut gaya politik Amien yang terlalu elitis dan keras saat itu kurang cocok dengan selera pemilih yang menginginkan sosok lebih moderat dan komunikatif. 

Terlebih, citra PAN sebagai partai baru belum mampu bersaing dengan kekuatan partai lama seperti PDIP dan Golkar.

Lalu pada 2020, Amien Rais keluar dari Partai Amanat Nasional (PAN) setelah serangkaian konflik internal yang memuncak dalam pemilihan ketua umum partai. 

Amien, yang merupakan pendiri sekaligus tokoh paling berpengaruh di PAN sejak reformasi, merasa arah perjuangan partai mulai menyimpang dari prinsip yang dulu ia rintis. 

Ketegangan semakin jelas ketika PAN di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan dianggap terlalu kompromistis terhadap kekuasaan, yang bertentangan dengan sikap kritis Amien terhadap pemerintah saat itu.

Kekecewaan Amien makin memuncak setelah ia dan kelompoknya tidak mendapat ruang dalam struktur kepengurusan baru hasil Kongres PAN 2020 di Kendari. 

Ia menganggap proses kongres sarat intervensi dan tidak demokratis. Dari situlah muncul keputusan drastis, Amien memisahkan diri dari PAN dan kemudian mendeklarasikan pembentukan Partai Ummat, partai baru yang ia klaim lebih konsisten membawa agenda keumatan dan semangat reformasi.

Langkah Amien keluar dari PAN sekaligus mengakhiri lebih dari dua dekade keterikatannya dengan partai yang ia dirikan sendiri. 

Meskipun keputusannya disambut dengan antusias oleh sebagian pendukung, sebagian lainnya menganggap langkah tersebut sebagai bentuk friksi personal dan pergeseran pengaruh di tubuh PAN. 

Sejak itu, Amien Rais sepenuhnya mengalihkan energi politiknya ke Partai Ummat sebagai kendaraan baru perjuangan politiknya.

Sejak kekalahan di Pilpres, Amien Rais lebih banyak berperan sebagai tokoh moral dan pengkritik keras pemerintah, namun tidak lagi memiliki kekuatan elektoral besar. 

Upayanya mendirikan Partai Ummat pun hingga kini belum mampu mengulang pengaruh politik yang pernah ia raih di era awal reformasi.

Meski tetap vokal di berbagai isu kebangsaan, banyak yang menilai Amien kini lebih menjadi simbol perjuangan idealisme ketimbang aktor politik utama.

Di media sosial, kondisi ini menuai reaksi beragam. Beberapa warganet kembali mengaitkan situasi yang dihadapi Amien dengan pernyataan kritis Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, di masa lalu.

Gus Dur kerap menggunakan bahasa simbolik dan satire untuk menggambarkan situasi politik nasional. Ia secara blak-blakan menuduh Amien Rais sebagai aktor utama lengsernya Gus Dur dari jabatan Presiden.

Kepada publik ia mengatakan bahwa suatu hari bangsa Indonesia akan mengerti dengan sendirinya. "Maafkan, tapi lupa sih enggak. Tidak ada (menemui), mereka merasa dirinya benar ya sudah. Besok-besok akan terbukti oleh bangsa ini sendiri kok," ujar Gus Dur saat bincang bersama Kick Andy.

Kini, nasib Partai Ummat berada di ujung tanduk. Jika gugatan DPW berlanjut ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), bukan tidak mungkin legalitas kepengurusan hasil perubahan AD/ART akan digugat balik.

Editor : Agung Sedana
#Partai Umat #amien rais #gugatan #gus dur