Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Banyuwangi Raih Tiga Besar TPID Berkinerja Terbaik Jatim

Sigit Hariyadi • Senin, 21 Oktober 2024 | 21:14 WIB
PRESTASI: Plt Bupati Sugirah menerima piala dan sertifikat TPID terbaik dari Pj Gubernur Adhy Karyono, Kamis (17/10).
PRESTASI: Plt Bupati Sugirah menerima piala dan sertifikat TPID terbaik dari Pj Gubernur Adhy Karyono, Kamis (17/10).

RadarBanyuwangi.id – Kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Banyuwangi mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini menjadi tiga besar TPID berkinerja terbaik di wilayah Provinsi Jatim kategori kabupaten/kota pantauan Indeks Harga Konsumen (IHK).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sugirah. Penyerahan dilakukan dalam forum High Level Meeting (HLM) TPID dan Forum Investasi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Kamis (17/10).

“Alhamdulillah, berkat kekompakan tim TPID dan seluruh stakeholder, inflasi Banyuwangi selama setahun terakhir bisa kita jaga dengan baik. Inflasi year-on-year (y-o-y) September 2023-2024 Banyuwangi sebesar 2,07 dengan IHK 106,46. Ini menjadi salah satu yang terendah di Jatim,” kata Sugirah.

Sugirah menuturkan, selain kerja sama yang baik salah satu kunci terjaganya inflasi adalah berkat monitoring kondisi pasar secara rutin. Termasuk intens berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) dan stakeholder terkait ketersediaan pangan.  

“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai lembaga seperti Bank Indonesia, Bulog, hingga Badan Pangan Nasional (BPN). Pengendalian inflasi di sektor pangan sangat krusial apalagi menjelang libur Natal dan tahun baru,” tutur Sugirah.

Sugirah membeberkan sejumlah program untuk pengendalian inflasi daerah. Salah satunya adalah meningkatkan produktivitas bawang merah. Komoditas ini rentan mengalami kenaikan harga. Petani bawang merah banyak menggunakan light trap yang fungsinya untuk menarik perhatian hama agar tidak menempel di tanaman.

Banyuwangi, kata Sugirah, juga melakukan strategi pengendalian inflasi seperti melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ketersediaan pangan dan stabilisasi harga pasar. Melaksanakan pasar murah dan Gerakan Pangan Murah yang melibatkan pelaku usaha dari gapoktan, asosiasi petani cabai, instansi vertikal, Bulog, Perpadi, dan Hiswanamigas

Selain itu, sejumlah inovasi seperti regenerasi ribuan petani muda melalui program “Jagoan Tani”, membuat Toko Pengendalian Inflasi Banyuwangi (Top Si Wangi), dan perbaikan infrastruktur jalan untuk keperluan mobilitas distribusi bahan pokok, turut andil dalam menjaga inflasi daerah.

“Kuncinya adalah sinergisitas. Mengendalikan inflasi secara parsial dan sektoral tidak akan berhasil. Semua elemen pemerintah dan masyarakat harus terlibat aktif," terangnya.

Dalam pertemuan tersebut juga dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama (KsB) kerja sama antar daerah (KAD) intra provinsi, melibatkan beberapa kabupaten seperti Pasuruan dengan Probolinggo, Banyuwangi dengan Nganjuk, dan Lumajang dengan Malang. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#tpid #jawa timur #banyuwangi #Terbaik