Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bupati Ipuk Gelar Program Bunga Desa di Songgon, Tekankan Penguatan Ekonomi Arus Bawah hingga Kelas Parenting

Sigit Hariyadi • Kamis, 30 Mei 2024 | 18:18 WIB

 

 

RANGKAIAN BUNGA DESA: Bupati Ipuk Fiestiandani memanen sawi putih di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon pada Selasa (28/5).
RANGKAIAN BUNGA DESA: Bupati Ipuk Fiestiandani memanen sawi putih di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon pada Selasa (28/5).

RadarBanyuwangi.id - Bupati Ipuk Fiestiandani kembali menggelar program ”Bunga Desa”. Kali ini, dia berkantor di dua desa di Kecamatan Songgon, yakni Sumberarum dan Sumberbulu. Berbagai program untuk menguatkan ekonomi masyarakat, kemudahan pelayanan publik, hingga kelas parenting diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

PARA siswa dan orang tua/wali murid yang tengah berkumpul di SDN 1 Sumberarum pada Selasa (28/5) pagi mendadak heboh.

Momen itu terjadi saat orang nomor satu di lingkungan Pemkab Banyuwangi, yakni Bupati Ipuk Fiestiandani, tiba di sekolah yang berlokasi di kawasan kaki Gunung Raung tersebut.

Kunjungan kali ini merupakan rangkaian kegiatan Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa). Seabrek kegiatan pun dijalani Ipuk di SD tersebut, termasuk memberikan workshop berkaitan dengan pendidikan.

Seperti kelas parenting melalui kegiatan Sekolah Orang Tua Hebat (Sobat), sekolah tanggap bencana kepada siswa-siswa SD, serta pembekalan untuk para pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) guru.

Selanjutnya, sejumlah kegiatan lain dilakoni bupati kelahiran 10 September 1974 tersebut. Terutama berkaitan dengan penguatan ekonomi arus bawah. Seperti di Desa Sumberarum, Ipuk bertemu dengan dengan tiga perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga, yakni Halimah, Suliyana, dan Khusnul Hotimah.

Halimah, Suliyana, dan Khusnul Hotimah masing-masing memiliki usaha kecil yang menjadi sumber penghasilan keluarga. Kepada mereka, Ipuk menyalurkan program ”Kanggo Riko” berupa bantuan alat usaha.

Kanggo Riko merupakan kosakata Oseng yang dalam bahasa Indonesia berarti ”untuk Anda”. Fokus program ini adalah memberdayakan warga tidak mampu dengan menggelontorkan dana penguatan ekonomi bagi rumah tangga miskin (RTM) yang sedang merintis usaha atau berniat meningkatkan usahanya.

Penerima program ini masing-masing mendapatkan Rp 2,5 juta lewat Anggaran Dana Desa (ADD) dan disesuaikan dengan kebutuhan usaha mereka. ”Sasaran program ini 60 persen lebih merupakan perempuan kepala rumah tangga.

Semoga dengan bantuan ini, usaha dari ibu-ibu hebat ini bisa makin berkembang dan bisa memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Ipuk.

Bahkan, mulai tahun ini para penerima program Kanggo Riko juga mendapatkan bantuan premi BPJS Ketenagakerjaan selama 6 bulan. Mereka didaftarkan untuk program jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja.

Baca Juga: Puluhan Pedagang Pasar Tanda Tangan di Atas Banner Sepanjang 5 Meter: Galang Dukungan Revitalisasi Pasar Banyuwangi

”Mulai tahun ini selain kami berikan alat usaha untuk penguatan ekonominya, juga dilengkapi dengan BPJS Ketenagakerjaan. Semoga usaha ibu-ibu semakin berkembang. Tolong dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” kata Ipuk.

Program ini disambut gembira oleh penerima. Salah satunya Husnul Khotimah yang membuka warung peracangan di teras rumahnya. Apalagi, tahun ini diberikan BPJS Ketenagakerjaan juga. 

”Sangat bermanfaat. Hati juga lebih tenang selama menjalankan usaha karena sudah diikutkan BPJS Ketenagakerjaan,” akunya.

Sekadar diketahui, Kanggo Riko dirintis sejak 2018. Sejauh ini program tersebut sudah dinikmati 6.898 kepala keluarga (KK). Khusus tahun ini, penerima program Kanggo Riko ditargetkan sebanyak 1.890 KK.

Selain menyalurkan bantuan Kanggo Riko, saat ngantor di Desa Sumberarum dan Sumberbulu Ipuk juga memberikan bantuan alat usaha untuk warung rakyat melalui program Warung Naik Kelas (Wenak). 

Berbeda dengan Kanggo Riko, bantuan Wenak diberikan kepada para pelaku usaha warung mikro. Dengan bantuan sebesar Rp 1 juta, penerima diharapkan bisa meng-upgrade peralatan usahanya atau pun menambah modal dagangannya.

”Dengan bantuan alat usaha yang diberikan, semoga kondisi warung bisa menjadi lebih baik, bersih, sehingga pelanggannya makin banyak, pendapatannya juga bertambah,” jelas Ipuk.

Pada rangkaian Bunga Desa kali ini juga digeber berbagai pelatihan untuk kelompok masyarakat. Seperti pengolahan makanan ringan dan membatik bagi ibu-ibu rumah tangga dan pelatihan content creator untuk anak-anak muda. 

Di dua desa ini, Ipuk juga menggali potensi pertanian dan peternakan. Di Desa Sumberarum, Ipuk mengunjungi lahan pertanian sawi putih yang memproduksi mulai dari pembibitan hingga pengemasan.

Sedangkan di Desa Sumberbulu, Ipuk meninjau peternakan ayam petelur dan berdialog bersama kelompok ternak dan tani. 

”Saya minta Dinas Pertanian untuk terus melakukan pendampingan, berikan pelatihan-pelatihan kepada kelompok peternak dan petani agar produksinya kian meningkat. Dorong untuk menerapkan pertanian dan peternakan organik,” jelas Ipuk.

Selama Ipuk ngantor di desa juga diselenggarakan layanan publik. Di antaranya meliputi layanan administrasi kependudukan, perizinan usaha mikro berbasis OSS, perpajakan, hingga tes pap smear, konseling kesehatan, pelatihan UMKM. Selain itu juga digelar pasar murah. (sgt/c1)

Editor : Salis Ali Muhyidin
#pemkab banyuwangi #bunga desa #Bupati Ipuk Fiestiandani