RadarBanyuwangi.id – Program pengendalian inflasi yang dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Banyuwangi kembali menyabet prestasi mentereng.
Kali ini Banyuwangi berhasil meraih predikat TPID Terbaik 2022 se-Jawa dan Bali. Capaian tersebut merupakan kali keempat beruntun sejak 2019.
Penghargaan diserahkan langsung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kepada Bupati Ipuk Fiestiandani di Istana Negara, Jakarta, Kamis (31/8).
Tepatnya dalam forum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi tahun 2023. Forum tersebut diikuti segenap Menteri Kabinet Indonesia Maju dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.
Dilansir Sekretariat Kabinet RI, Presiden RI Jokowi mengapresiasi Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan TPID serta jajaran terkait lainnya yang mampu mengendalikan inflasi di angka 3,08 persen pada bulan Juli 2023.
Hal tersebut disampaikan oleh presiden pada pembukaan Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2023, di Istana Negara Jakarta kemarin.
”Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim pengendali inflasi, baik pusat dan daerah, kepada gubernur, bupati, dan wali kota yang sudah bersama-sama dengan kita semuanya dalam rangka mengendalikan inflasi,” ujar Presiden Jokowi.
Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani bersyukur Banyuwangi kembali mempertahankan prestasi di bidang pengendalian inflasi.
”Alhamdulillah, hari ini (kemarin) di Istana Negara, kami menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Ini tentu mendorong semua elemen di Banyuwangi untuk terus kompak melakukan pengendalian inflasi secara lebih baik lagi, agar daya beli masyarakat selalu terjaga,” ujarnya.
Ipuk mengatakan, dengan dukungan banyak pihak, inflasi terjaga dengan baik. ”Kami juga terus koordinasi dengan BI sebagai otoritas moneter yang berkaitan erat dengan pengendalian inflasi. BI memiliki concern yang kuat dan detail ke pemerintah daerah-pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi sesuai arahan Presiden Jokowi,” jelasnya.
Salah satu programnya adalah menjamin ketersediaan bahan pangan melalui intervensi kepada petani hingga perbaikan jalan yang menjadi akses distribusi hasil pertanian. Stimulus diberikan kepada petani, seperti bantuan bibit, pupuk organik, serta pendampingan lapangan.
”Sehingga di hulu kita menekan biaya produksi, petani pun tetap dimudahkan dan insya Allah mendapat harga terbaik, kemudian ini berdampak di hilir dengan harga di tingkat konsumen yang terkendali,” paparnya.
Pemkab Banyuwangi juga melakukan inovasi menumbuhkan generasi baru pertanian melalui digitalisasi. Di antaranya melalui program ”Jagoan Tani” yang menggodok ribuan anak muda menjadi pengusaha muda pertanian yang tangguh.
”Hal itu untuk mendukung peningkatan kesejahteraan petani, produktivitas untuk menjamin pasokan, dan sekaligus menjaga stabilitas harga. Kami optimistis, dengan digitalisasi yang digerakkan anak-anak muda sesuai arahan Presiden Jokowi, sektor pertanian kita bisa berdaya saing,” papar Ipuk.
Sedangkan untuk memastikan kelancaran jalur distribusi produk pangan, Pemkab Banyuwangi secara berkelanjutan melakukan perbaikan infrastruktur jalan. Pada 2023, Pemkab Banyuwangi melakukan pembangunan dan perbaikan jalan sepanjang 222,139 kilometer (km) serta pembangunan 26 jembatan di sejumlah wilayah.
”Setelah pandemi, kembali kami fokus bangun jalan poros antarkecamatan. Termasuk pavingisasi di banyak jalan desa bahkan sampai dusun. Harapannya juga untuk memperlancar jalur distribusi pangan,” kata Ipuk.
Terkait dengan pidato Presiden Jokowi yang menyinggung keterbatasan stok beras, Ipuk menyampaikan kesiapan Banyuwangi untuk ditugaskan sebagai sentra beras nasional, termasuk dengan pengembangan beras organik. Produksi beras Banyuwangi terus surplus, berkisar 325.000 ton per tahun.
”Selanjutnya, Banyuwangi siap jika diberikan penugasan, tidak terbatas hanya pada sentra cabai, tapi juga beras,” tutur Ipuk.
Tingkat inflasi di Banyuwangi pada Juli 2023 tercatat yang terendah se-Jatim, yakni sebesar 0,04 persen. Angka ini lebih rendah dari inflasi Jatim (0,15 persen) dan nasional (0,21 persen).
Angka ini terus melandai dan menjadi yang terendah di Banyuwangi dalam 7 bulan pertama tahun 2023. Sedangkan inflasi year on year (y-o-y) Banyuwangi sebesar 3,32 persen, lebih rendah dari Jawa Timur (4,11 persen) dan hampir mendekati nasional sebesar 3,08 persen. (sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin