RADAR BANYUWANGI – Gelombang pensiun aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banyuwangi tidak berdampak signifikan pada pelayanan publik di Bumi Blambangan.
Selain menunjuk pejabat baru untuk menggantikan posisi pejabat yang purnatugas, pemkab juga melakukan berbagai upaya untuk memastikan pelayanan prima bagi masyarakat terus berjalan.
Seperti di tataran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil). Kepala Dispendukcapil sebelumnya, yakni Djuang Pribadi purnatugas per 1 Maret lalu.
Agar pelayanan masyarakat tidak terganggu, Asisten Administrasi Umum Pemkab Banyuwangi Choiril Ustadi Yudawanto ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispendukcapil.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Banyuwangi Ilzam Nuzuli membenarkan Ustadi ditunjuk sebagai Plt Kepala Dispendukcapil.
”Sesuai arahan pimpinan (Bupati Ipuk), Pak Asisten Administrasi Umum Choiril Ustadi ditunjuk merangkap Plt Kepala Dispendukcapil per 1 Maret. Sehingga, pelayanan di Dispendukcapil berjalan seperti biasa,” ujarnya pada Rabu (5/3).
Ilzam juga tidak menampik setiap tahun terdapat 500 sampai 800 ASN pemkab yang pensiun. Namun menurut dia, hal itu tidak terlalu menjadi persoalan berarti.
”Teman-teman staf teknis bisa merangkap beberapa tugas. Mereka multitalenta setelah diberikan pembekalan peningkatan kompetensi. Selain itu, beberapa tugas lain bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi (TI),” bebernya.
Hanya saja, imbuh Ilzam, banyaknya guru yang pensiun menjadi persoalan cukup serius lantaran berkaitan dengan jumlah rombongan belajar (rombel) di kabupaten ujung timur Pulau Jawa.
”Sehingga, ke depan memang perlu tambahan pengadaan guru baik melalui seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun calon pegawai negeri sipil (CPNS),” kata dia.
Sebagaimana diberitakan, sebanyak 30 ASN Pemkab Banyuwangi purnatugas pada periode 1 Maret lalu.
Para abdi negara yang purnatugas tersebut sebelumnya berdinas di berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Banyuwangi.
Ada yang berstatus pejabat struktural, staf pelaksana, maupun jabatan fungsional guru dan tenaga kesehatan (nakes).
Di tataran pejabat struktural, salah satu ASN yang purnatugas adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Djuang Pribadi.
Sebelum menjabat sebagai kepala Dispendukcapil sejak 19 September 2019, Djuang cukup lama mengemban amanah sebagai Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Pemkab Banyuwangi.
Pejabat struktural lain yang juga purnatugas pada 1 Maret adalah Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) dr Andriyani.
Masih di tataran Dinkes, pada periode yang sama Kepala Puskesmas Kabat drg Wahyu Primawati juga memasuki purnatugas.
Jumlah ASN Pemkab Banyuwangi terus menyusut sejak beberapa tahun terakhir. Pada 2020 pagawai negeri sipil (PNS) Banyuwangi tercatat sebanyak 9.798 orang.
Pada 2021 jumlah PNS turun menjadi 8.966 orang. Tren serupa kembali terjadi pada 2022. Kala itu, jumlah PNS Pemkab Banyuwangi tercatat sebanyak 8.074 orang. (sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin