RadarBanyuwangi.id - Logistik Pilkada 2024 mulai bergeser dari gudang logistik KPU menuju masing-masing kecamatan, Sabtu (23/11).
Seluruh logistik untuk pemilihan gubernur (pilgub) Jatim dan pemilihan bupati (pilbup) Banyuwangi telah digeser ke 25 kecamatan.
Logistik pilkada yang diangkut menggunakan truk diberangkatkan oleh Ketua KPU Banyuwangi Dian Purnawan didampingi oleh seluruh Forkopimda.
Logistik berisikan surat suara pilgub dan pilbup, kotak suara, bilik suara, tinta, serta logistik lainnya.
"Pendistribusiaan logistik dilakukan serentak di seluruh Indonesia. KPU Banyuwangi telah mendistribusikan logistik ke 25 kecamatan yang akan digunakan dalam pelaksaan pemilihan 27 November," ujar Ketua KPU Banyuwangi, Dian Purnawan.
Pendistribusian logistik merupakan rangkaian persiapan Pilkada 2024. KPU Banyuwangi memaksimalkan pendistribusikan logistik dari gudang logistik ke 25 kecamatan bisa terselesaikan dengan aman dan lancar.
"Jika memang ada pendistribusian logistik di kecamatan yang masih belum atau belum lengkap, masih kita beri waktu maksimal Minggu (24/11). Sehingga semua dipastikan terselesaikan," katanya.
Sesuai jadwal dan waktu yang telah ditetapkan, logistik pilkada sudah harus berada di masing-masing TPS pada Selasa (26/11).
"Tentunya kita berharap pendistribusian logistik dari kecamatan ke masing-masing TPS bisa terselesaikan sesuai jadwal," terangnya.
Dian menambahkan, dari 25 kecamatan memang ada beberapa kecamatan yang menjadi prioritas karena letak geografis maupun memiliki TPS terbanyak.
Dian optimistis optimistis semua bisa berjalan lancar. Demi kelancaran pendistribusian logistik, KPU Banyuwangi berkoordinasi dengan aparat Polresta Banyuwangi.
Setidaknya ada 100 personel Polresta Banyuwangi yang mengawal langsung mendistribusian logistik tersebut.
"Pengamanan melibatkan 100 personel Polresta Banyuwangi dan Polsek jajaran. Selaian dari kep;olisian, kami yuga melibatkan unsur TNI dan petugas di kecamatan," ujar Wakapolresta Banyuwangi, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan.
Dewa menegaskan, proses pengamanan dilakukan secara melekat oleh petugas. Hal ini untuk memastikan logistik aman sampai di tempat tujuan. Bahkan saat berada di kecamatan, personel kepolisian tetap melakukan pengamanan.
"Untuk pendistribusian yang lokasinya jauh ataupun menjadi prioritas, pengamanannya juga dipertebal. Jika pendistribusian di lokasi biasa hanya tiga personel. Lokasi yang jauh dan menjadi prioritas bisa empat hingga enam personel," tegasnya. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin