Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ipuk Siapkan Kemudahan Program Jemput Bola Warga Sakit; Digelar sejak 2021, 10 Ribu Orang Sudah Terlayani

Sigit Hariyadi • Senin, 7 Oktober 2024 | 17:39 WIB
PRIORITASKAN KESEHATAN: Ipuk Fiestiandani menjenguk pasutri Holawik dan Hayami di wilayah Kecamatan Glagah, Minggu (6/10).
PRIORITASKAN KESEHATAN: Ipuk Fiestiandani menjenguk pasutri Holawik dan Hayami di wilayah Kecamatan Glagah, Minggu (6/10).

RadarBanyuwangi.id – Kesehatan telah menjadi program prioritas calon bupati (cabup) Ipuk Fiestiandani. Salah satunya melalui program jemput bola rawat warga sakit.

Para tenaga kesehatan (nakes) blusukan ke kampung-kampung untuk merawat dan mengobati warga yang sakit.

Melalui program ini, nakes dari puskesmas maupun RS secara rutin melakukan pemeriksaan pada warga, terutama warga lanjut usia (lansia), ibu hamil berisiko tinggi, anak tengkes (stunting), dan mereka yang tidak bisa berobat ke luar rumah.

Digelar Pemkab Banyuwangi pada era kepemimpinan Ipuk, yakni sejak 2021 hingga tahun ini, sebanyak kurang lebih 10.818 warga telah mendapat layanan jemput bola tersebut.

Ipuk mengatakan, ke depan layanan jemput bola warga sakit akan dipermudah prosesnya.

”Warga sakit namun tidak memiliki kemampuan untuk datang ke puskesmas atau rumah sakit, bisa segera menghubungi call center 112 atau menghubungi petugas kelurahan atau desa,” kata Ipuk saat menjenguk anak stunting berinisial FA di wilayah Kecamatan Banyuwangi, Minggu (6/10).

FA merupakan balita berusia 22 bulan yang didiagnosis infantile cerebral palsy dan rutin mendapatkan pelayanan kesehatan dari Puskesmas Sobo dan rumah sakit.

”Petugas puskesmas rutin datang ke rumah untuk mengecek langsung kondisi anak saya,” kata S, orang tua FA saat berbincang dengan Ipuk di kediamannya.

S menyebut, anaknya juga mendapatkan bantuan makanan bergizi empat sehat lima sempurna yang di-cover selama dua bulan dari puskesmas.

Tidak hanya itu, keluarganya juga telah tercakup layanan BPJS Kesehatan sehingga terapi untuk anaknya bisa dilakukan secara intens tiga kali dalam sepekan di rumah sakit.

”Alhamdulillah, sangat terbantu dengan program-program Bu Ipuk,” tuturnya.

Ipuk juga menjenguk lansia suami istri Holawik dan Hayami di wilayah Kecamatan Glagah. Holawik mengalami sakit katarak, sedangkan istrinya sakit stroke sudah dua tahun lantaran terjatuh.

Holawik mengatakan, secara rutin ada petugas puskesmas yang memeriksa kondisi kesehatan dirinya beserta sang istri.

Holawik juga telah terdaftar mendapat layanan operasi katarak dan tinggal menungu pelaksanaannya.

”Istri saya juga telah mendapatkan pemeriksaan serta obat gratis dari puskesmas. Sangat meringankan beban kami,” ujarnya saat berdialog dengan Ipuk.

Ipuk mengatakan, tidak boleh ada orang sakit yang tidak bisa berobat di Banyuwangi.

”Kami pastikan seluruh warga mendapatkan layanan kesehatan,” tegasnya.

Ipuk menambahkan, layanan jemput bola rawat warga akan dipermudah mekanismenya.

”Ke depan tinggal kontak call center 112, langsung divalidasi puskesmas untuk mendapat layanan perawatan di rumah,” ujarnya.

Selain jemput bola rawat warga, Ipuk juga memperkuat sisi penanganan kesehatan, termasuk tenaga kesehatan dan teknologi peralatan kesehatannya.

Ipuk terus ikhtiar melengkapi sarana kesehatan di Banyuwangi secara bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah.

”Seperti melengkapi 45 puskesmas se-Banyuwangi dengan alat ultrasonografi (USG) untuk memantau kehamilan para ibu. Secara rutin juga kami datangkan dokter ahli kandungan untuk memeriksa pasien di puskesmas. Sehingga, masyarakat bisa terhindar dari risiko-risiko yang tidak diinginkan,” beber Ipuk.

Ipuk juga telah bekerja sama dengan Universitas Airlangga (Unair) untuk mencetak dokter.

Saat ini telah dibuka Program Studi Kedokteran pada Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (Unair) Banyuwangi.

Sehingga, anak-anak Banyuwangi yang ingin menempuh pendidikan kedokteran bisa kuliah di kabupaten ujung timur Pulau Jawa.

Dengan adanya Fakultas Kedokteran ini, diharapkan lahir dokter-dokter dari Banyuwangi yang bisa memenuhi kebutuhan dokter di desa-desa. Ipuk menargetkan satu desa satu dokter.

Selain itu, Ipuk juga memperkuat digitalisasi layanan kesehatan.

Saat ini RSUD di Banyuwangi telah terintegrasi dengan seluruh puskesmas sehingga sistem rujukan bisa cepat.

Begitu pasien di puskesmas dirujuk, di RS sudah terkonfirmasi dengan segala detailnya.

”Semua program baik yang telah berjalan akan diteruskan, diperluas penerima manfaatnya. Dan apa yang belum sepenuhnya sempurna, akan terus kami sempurnakan,” tandas Ipuk. (sgt/adv/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#jemput bola #program hidup sehat #calon bupati #Ipuk Fiestiandani #puskesmas