Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

PKB Banyuwangi Ngaplo, Jatah AKD Diborong PDI Perjuangan dan Partai Demokrat

Redaksi • Kamis, 3 Oktober 2024 | 19:54 WIB
Ketua PN Banyuwangi I Gedhe Yuliarta melantik dan mengambil sumpah pimpinan DPRD periode 2024-2029 dalam rapat paripurna  istimewa di gedung DPRD Banyuwangi, Rabu (2/10
Ketua PN Banyuwangi I Gedhe Yuliarta melantik dan mengambil sumpah pimpinan DPRD periode 2024-2029 dalam rapat paripurna istimewa di gedung DPRD Banyuwangi, Rabu (2/10

RadarBanyuwangi.id – Alat Kelengkapan DPRD Banyuwangi masa bakti 2024–2029 resmi terbentuk Rabu (2/10).

Diawali rapat paripurna istimewa pelantikan pimpinan dewan, para wakil rakyat tersebut lantas menggeber paripurna internal untuk menentukan susunan komisi-komisi serta Badan Pembentuk Peraturan Daerah (Bapemperda) dan Badan Kehormatan (BK).

Yang menarik, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang notabene merupakan partai peraih kursi terbanyak kedua pada Pemilu 2024 bisa dibilang ngaplo.

Bagaimana tidak, partai berlogo bola dunia sembilan bintang itu tidak mendapat satu pun ”jatah” ketua alat kelengkapan dewan (AKD).

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa), setelah melalui lobi-lobi politik, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendapat jatah tiga ketua AKD.

Partai politik (parpol) pemenang Pemilu 2024 tingkat Banyuwangi (11 kursi dewan) itu mengantarkan I Made Cahyana Negara sebagai ketua DPRD periode 2024–2029.

Selain itu, PDIP juga mengantarkan dua kadernya sebagai ketua AKD lain. Mereka adalah Patemo yang dipercaya sebagagi ketua Komisi 4 dan Ahmad Masrohan sebagai ketua Badan Pembentuk Peraturan Daerah (Bapemperda).

Sedangkan empat parpol peraih kursi terbanyak urutan ketiga, keempat, kelima, dan keenam (jika jumlah kursi sama, peringkat masing-masing parpol didasarkan perolehan suara terbanyak, Red) di tataran DPRD Banyuwangi sama-sama berhasil mendapat jatah satu ketua AKD.

Partai Demokrat yang mendapat tujuh kursi mendapat jatah ketua Komisi 2. Pos ini ditempati oleh Emy Wahyuni Dwi Lestari.

Selanjutnya, Partai Golongan Karya (7 kursi DPRD) mendapat jatah ketua Komisi 1, yakni Marifatul Kamila.

Sedangkan NasDem (7 kursi) menempatkan satu kadernya pada posisi ketua AKD, dia adalah Pebry Prima Sanjaya yang didapuk menjadi ketua Komisi III.

Ada satu parpol lain yang juga berhasil menempatkan kadernya di deretan ketua AKD DPRD Banyuwangi periode 2024–2029, yakni Partai Gerindra.

Partai yang dipimpin Prabowo Subianto itu menempatkan Suwito sebagai ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Banyuwangi.

Sementara itu, dalam sehari kemarin DPRD Banyuwangi menggelar dua kali rapat paripurna. Agenda rapat paripurna yang pertama adalah peresmian pelantikan pimpinan DPRD periode lima tahun ke depan.

Rapat paripurna yang dimulai sekitar pukul 11.00 tersebut dipimpin oleh I Made Cahyana Negara selaku ketua sementara DPRD.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sugirah hadir langsung pada rapat paripurna istimewa tersebut. Selain itu, hadir pajabat unsur Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi serta para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemkab Banyuwangi.

Rapat diawali pembacaan Keputusan Gubernur Jatim Nomor 100.3.3.1/940/KPTS/011.2/2024 oleh Sekretaris DPRD Banyuwangi Alief Rachman Kartiono.

Melalui keputusan tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono meresmikan pengangkatan I Made Cahyana Negara sebagai ketua DPRD Banyuwangi.

Sedangkan jabatan wakil ketua I, II, dan III DPRD masing-masing dipercayakan kepada Siti Mafrochatin Ni’mah asal PKB, Michael Edy Hariyanto dari Partai Demokrat, dan Ruliyono asal Partai Golkar.

Selanjutnya, ketua dan tiga wakil dewan tersebut mengucapkan sumpah/janji dipimpin Ketua PN Banyuwangi I Gedhe Yuliarta.

Plt Bupati Sugirah menyampaikan selamat atas dilantiknya pimpinan DPRD Banyuwangi. Dia berharap dengan adanya pimpinan baru, kolabroasi antara eksekutif dan legislatif akan terus meningkat.

Sugirah mengaku yakin para pimpinan dewan punya komitmen yang kuat dalam mengawal percepatan pembangunan di Banyuwangi.

”Kepada para pimpinan yang baru, saya berharap untuk terus mengedepankan kepentingan masyarakat dan senantiasa mengutamakan dialog serta pendekatan inklusif supaya pembangunan yang kita rencanakan akan tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, selang sekitar satu jam kemudian, kalangan dewan langsung menggelar rapat paripurna internal. Kali ini agendanya adalah pembentukan AKD.

Rapat paripurna internal dipimpin oleh Ketua DPRD I Made Cahyana Negara didampingi oleh tiga wakil ketua, yakni Ni’mah, Michael, dan Ruliyono.

Dikonfirmasi usai paripurna, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto mengatakan, komposisi pimpinan AKD tersebut berdasar hasil kesepakatan fraksi-fraksi di DPRD.

”Sudah berunding dengan asal fraksi. Semua sepakat. Menyetujui komposisi pimpinan AKD,” ujarnya.

Michael berharap, dengan terbentuknya AKD tersebut DPRD bisa langsung tancap gas.

”Mudah-mudahan kami bisa langsung bekerja untuk pelayanan kepada masyarakat. Setelah rapat paripurna ini dilanjutkan dengan rapat badan musyawarah (Banmus) untuk mengagendakan kegiatan DPRD,” kata dia.

Sekadar diketahui, berdasar Pasal 31 ayat 1 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018, AKD meliputi pimpinan DPRD, komisi, badan pembentuk peraturan daerah (Bapemperda), badan musyawarah (Banmus), badan anggaran (Banggar), badan kehormatan (BK), dan alat kelengkapan lain yang diperlukan dan dibentuk berdasarkan rapat paripurna. (cw1/sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#pkb #DPRD Banyuwangi #alat kelengkapan dewan #pdi perjuangan #komisi #akd