Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pemkab Banyuwangi Galakkan Program Sekardadu 2024, Libatkan Ribuan Orang Gunakan Monitoring Digital: Pakai Aplikasi E-Monitoring

Ayu Lestari • Rabu, 3 Juli 2024 | 10:30 WIB

BERGERAK: Bupati Ipuk melaunching Sekardadu 2024 di Jopuro
BERGERAK: Bupati Ipuk melaunching Sekardadu 2024 di Jopuro
Radarbanyuwangi.id - Program kegiatan Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu) bakal kembali dilaksanakan oleh Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan. Tahap pelaksanaan Sekardadu tahun ini dimulai dengan sosialisasi pada Maret sampai Oktober, monitoring (April–Oktober), serta evaluasi (November), dan penghargaan pada Desember mendatang.

Sekardadu 2024 merupakan program yang dikembangkan dengan mengusung konsep melibatkan sekolah dalam merawat daerah aliran sungai guna membangun sumber daya manusia (SDM) yang lebih peduli terhadap lingkungan perairan.

Upaya Pemkab Banyuwangi dalam memelihara aliran sungai tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Program Sekardadu masuk TOP 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur Tahun 2023.

Pada tahun 2023 lalu program Sekardadu juga telah melibatkan puluhan lembaga pendidikan dari seluruh jenjang. Termasuk 101 SD, 26 SMP, 14 SMA, hingga 9 perguruan tinggi yang ada di Banyuwangi.

Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo mengatakan, kegiatan Sekardadu yang tiap tahun rutin diselenggarakan tentunya dilatarbelakangi beberapa faktor.

Di antaranya, keterbatasan SDM Dinas PU Pengairan yang hanya mampu meng-cover 20 persen pemeliharaan saluran sekunder, masih minimnya kepedulian masyarakat terhadap kelestarian sumber daya air, serta belum adanya keterlibatan lembaga pendidikan dalam pemeliharaan sungai dan saluran di wilayah masing-masing.

Guntur mengatakan, indikator penilaian Sekardadu 2024 meliputi promotif (sosialisasi), preventif (pencegahan) yang meliputi regulasi dan kurikulum pembelajaran, kuratif (perbaikan) meliputi pelaksanaan kegiatan kebersihan baik di sempadan maupun di sungai/saluran, serta rehabilitatif (perawatan) kondisi kebersihan sungai, sarana prasarana pendukung, kondisi pengelolaan limbah domestik, kondisi tanaman yang ditanam saat kegiatan penanaman, serta kondisi bibit ikan yang ditebar di saluran.

Untuk melihat efektivitas Sekardadu 2024 ini, pihaknya menggunakan digitalisasi monitoring dengan menggunakan aplikasi E-Monitoring Sekardadu. Aplikasi ini berfungsi untuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan Sekardadu yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikan.

”Mereka dapat melaporkan pelaksanaan Sekardadu melalui aplikasi ini yang akan dimonitor secara berkala,” ujar Guntur.

Guntur menjelaskan, target mapping peserta program Sekardadu 2024 jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya. Target dimaksud meliputi 212 SD dengan jumlah 25.440 siswa dan total luasan wilayah 42.400 meter panjang saluran yang akan diatasi.

Ada pula, 85 SMP dengan total siswa 30.600 siswa untuk panjang saluran 25.500 meter. Sedangkan, jenjang SMA terdapat 32 sekolah dengan total siswa sekitar 14.400 orang dan target 16.000 meter panjang saluran.

”Perguruan tinggi juga kami libatkan. Nantinya, terdapat 65 aliran sungai di seluruh Banyuwangi yang juga akan dirawat. Mereka juga bertugas mengajak teman maupun masyarakat untuk bersama-sama merawat daerah aliran sungai (DAS) di lingkungannya,” ujar Guntur.

Guntur mengungkapkan, melalui program Sekardadu, pemkab menggerakkan lintas sektor untuk bersama-sama merawat sungai. Mulai daerah tangkapan air dari hulu hingga hilir.

Kegiatan Sekardadu melibatkan Dinas PU Pengairan, Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pendidikan (Dispendik), serta Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Banyuwangi.

PELESTARIAN EKOSISTEM: Bupati Ipuk Fiestiandani didampingi Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo melepas bibit ikan pada peluncuran Sekardadu 2024 di destinasi wisata Jopuro, Desa Kampunganyar
PELESTARIAN EKOSISTEM: Bupati Ipuk Fiestiandani didampingi Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo melepas bibit ikan pada peluncuran Sekardadu 2024 di destinasi wisata Jopuro, Desa Kampunganyar

Tidak hanya itu, Dinas PU Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (CKPP), Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan), serta sejumlah instansi lain juga ikut terlibat.

Program Sekardadu diharapkan efektif menumbuhkan budaya baru di masyarakat, terutama kalangan pelajar dalam memperlakukan sungai dan aliran air lainnya dengan baik serta merawatnya menjadi lebih bersih.

”Kami melibatkan lembaga pendidikan jenjang SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi untuk merawat sungai dan saluran sesuai zonasi. Tentunya lembaga pendidik melaksanakan kegiatan bersifat promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif untuk menjaga sumber daya air,” pungkasnya. (tar/sgt/c1)

Editor : Niklaas Andries
#sekardadu #perguruan tinggi #sma #pemprov #Dinas PU Pengairan Banyuwangi #pemkab banyuwangi #sd #sekolah #Kovablik #jawa timur #digitalisasi #smp #sdm #Monitoring