Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gus Munib Dapat Undangan Khusus Cak Imin, Diminta Tetap Optimistis: Semua Perkembangan Terus Dimonitor DPP PKB

Sigit Hariyadi • Sabtu, 8 Juni 2024 | 16:27 WIB

HALALBIHALAL: Gus Munib (kiri) mendampingi Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin (tiga dari kiri) di Hotel Grand Arkenso Parkview Semarang pada Kamis (6/6).
HALALBIHALAL: Gus Munib (kiri) mendampingi Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin (tiga dari kiri) di Hotel Grand Arkenso Parkview Semarang pada Kamis (6/6).
Radarbanyuwangi.id – Kompetisi untuk meraih rekomendasi calon bupati (cabup) Banyuwangi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) semakin berwarna.

Perkembangan terbaru, KH Ahmad Munib Syafaat alias Gus Munib mendapat undangan khusus dari Ketua Umum (Ketum) PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Informasi yang dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa), Gus Munib bertemu langsung dengan Cak Imin dan sejumlah petinggi PKB, termasuk Ketua Desk Pilkada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB Abdul Halim Iskandar, Menteri Ketenagakerjaan pada Kabinet Kerja (2014–2019) Hanif Dhakiri, dan lain-lain.

Pertemuan berlangsung di Hotel Grand Arkenso Parkview, Semarang, pada Kamis (6/6). Tepatnya, pada rangkaian kegiatan halalbihalal antara Cak Imin dengan para bakal calon kepala daerah (cakada) PKB wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Jogjakarta.

Gus Munib tidak menampik dirinya telah bertemu secara khusus dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar. Dia mengatakan, pada pertemuan tersebut hanya dirinya yang berasal dari Banyuwangi.

”Selaku kader saya ingin silaturahmi dengan pimpinan saya. Akhirnya dijadwalkan di sana (Semarang),” ujarnya dikonfirmasi tadi malam (7/6).

Menurut Gus Munib, pada pertemuan di Semarang itu, selain menyampaikan nasihat kepada para cakada di wilayah Jateng dan Jogjakarta, Cak Imin melakukan pembicaraan khusus dengan dirinya.

”Secara pribadi Cak Imin menyampaikan ke saya untuk tetap optimistis dan terus bergerak, sosialisasi, dan lain sebagainya. Karena semuanya masih dalam rangka proses dan masih dimonitoring oleh DPP sejauh mana yang terbaik sebelum memberikan rekomendasi final kepada cakada, baik gubernur maupun bupati,” ujar anggota DPRD Banyuwangi tersebut.

Menurut Gus Munib, Ketum PKB Muhaimin Iskandar menyampaikan akan sangat senang kalau yang maju adalah calon atau kader dari PKB. Namun, semuanya akan dihitung sesuai situasi, kondisi, dan perkembangan di lapangan.

”Saya tetap ikhtiar dan mengemban mandat sebagai kandidat cabup. Perkara ngomong jodoh di akhir saja. Karena regulasinya harus berpasangan. Takdirnya seperti apa, kita lihat nanti,” beber Rektor Universitas KH Mukhtar Syafaat (Uimsya) Blokagung, Banyuwangi tersebut.

Dia menambahkan, saat ini para relawan Gus Munib terus bergerak untuk mengenalkan dan meningkatkan elektablitasnya. Tidak hanya itu, dia juga terus menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik (parpol). Bahkan, dia juga mengaku tetap menjalin komunikasi dengan calon lain yang sama-sama berikhtiar mendapatkan rekomendasi dari PKB seperti dirinya.

”Kompetisi di lapangan bagian dari wasilah (cara) saja. Niatnya sama-sama baik, yakni untuk membangun Banyuwangi ke depan menjadi lebih maju, sejahtera, dan adil. Itu saya yakin menjadi komitmen kita bersama. Dengan calon yang hari ini berikhtiar sama dengan saya, saya juga berkomunikasi,” terang Gus Munib.

Sebagaimana diketahui, selain Gus Munib, ada satu kandidat lain yang santer dikabarkan bakal mendapat rekomendasi sebagai cabup Banyuwangi dari PKB. Dia adalah H Ali Makki Zaini alias Gus Makki.

Bahkan, Gus Makki sudah mendapat rekomendasi tahap satu dari DPP PKB. Hanya saja, nama Gus Makki tidak masuk deretan 35 bakal calon yang sudah mendapat rekomendasi final dari partai berlogo bola dunia sembilan bintang tersebut.

DPP PKB sendiri juga telah mengeluarkan rekomendasi final untuk 35 bakal calon kepala daerah yang akan diusung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Namun, nama kandidat asal Banyuwangi, yakni H Ali Makki Zaini alias Gus Makki ”hilang” alias tidak masuk deretan 35 bakal calon yang sudah mendapat rekomendasi final dimaksud.

Padahal, ada 10 bakal calon bupati (cabup) atau calon walikota (cawali) di wilayah Jatim yang sudah mengantongi rekomendasi final dari DPP PKB.

Mereka adalah Ony Anwar Harsono (Ngawi), Eri Cahyadi (Kota Surabaya), dr Ikfina Fahmawati (Mojokerto), Nanik Endang R. (Magetan), Anna Mu’awanah (Bojonegoro), Rini Syarifah (Blitar), Raden Bagus Fatah Jasin (Pamekasan), Warsubi (Jombang), Thoriqul Haq (Lumajang), dan Habib Hadi Zainal Abidin (Kota Probolinggo).

Sementara itu, Gus Makki terkesan adem ayem namanya tidak masuk dalam 35 daftar bakal cabup atau bakal cawali yang sudah mendapat rekomendasi final dari DPP PKB.

”Saya tidak ujug-ujug mendapat rekomendasi tahap satu. Saya mendaftar di DPC. Lalu saya dipanggil ke DPP dan menjalani UKK. Lalu saya dikasih surat nomor 29301 (rekomendasi tahap satu),” ujarnya.

Menurut Gus Makki, isi surat rekomendasi tahap satu tersebut jelas. Salah satu tugas pokok dari DPP adalah meningkatkan popularitas dan elektabilitas dirinya dan PKB. ”Jadi, saya lagi khusyuk, konsentrasi, dan fokus menjalankan isi surat tersebut,” kata dia. (sgt/aif/c1)

 

Editor : Niklaas Andries
#Gus Munib #pkb #muhaimin iskandar #jogjakarta #cabup #dpp #Dewan Pimpinan Pusat #banyuwangi #jateng #cak imin