Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gelar Bunga Desa di Desa Karangsari Banyuwangi, Ipuk Cek Produksi dan Nikmati Lontong Khas Karanganyar

Sigit Hariyadi • Rabu, 5 Juni 2024 | 15:48 WIB

PAKAI TAKARAN: Bupati Ipuk Fiestiandani membuat lontong bersama ibu-ibu di Dusun Karanganyar, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu.
PAKAI TAKARAN: Bupati Ipuk Fiestiandani membuat lontong bersama ibu-ibu di Dusun Karanganyar, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu.
Radarbanyuwangi.id – Desa-desa di Banyuwangi menyimpan potensi ekonomi yang menjanjikan. Salah satunya di Dusun Karanganyar, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu. Dusun ini terkenal sebagai sentra produksi lontong. Betapa tidak, setiap hari ribuan lontong diproduksi di dusun yang satu ini.

Terdapat 28 industri lontong rumahan di Dusun Karanganyar. Rata-rata satu tempat mampu memproduksi sekitar 1.000 lontong per hari untuk memenuhi permintaan pasar.

Bahkan, beberapa di antaranya bisa memproduksi lebih dari 1.500 lontong dalam satu hari.

Salah satu warga yang memproduksi lontong adalah Nur Kholis. Dia telah mengelola usaha produksi lontong di rumahnya sejak 2002.

Bermula dengan hanya 5 kilogram (kg) beras, usaha Nur Kholis saat ini telah berkembang dan menghabiskan 50 kg beras tiap hari.

”Usaha lontong di Karanganyar sudah terkenal dari dulu. Saya awalnya merintis dengan menjajakan lontong ke lingkungan sekitar. Alhamdulillah, sekarang bisa ikut membuka lapangan kerja buat orang lain,” ujar Nur Kholis.

Lontong produksi Dusun Karanganyar dibungkus dengan menggunakan daun pisang dan dimasak dalam tungku besar selama 8 jam.

Setiap hari, Nur Kholis membutuhkan setengah kuintal beras untuk menghasilkan 1.500 sampai 1.800 lontong.

Satu lontong Nur Kholis jual dengan harga Rp 1 ribu. Dengan demikian, omzet yang dia raih mencapai Rp 1,5 juta per hari.

Omzet yang dia raih kian bertambah pada momen-momen tertentu. Seperti saat Idul Fitri, dia menghabiskan bahan baku beras sebanyak 3 kuintal dalam sehari.

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani sempat melihat langsung proses pembuatan lontong di Dusun Karanganyar.

Tepatnya, saat dia menjalani program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Karangsari pada Senin (3/6).

Tidak hanya melihat proses produksi, Ipuk juga menikmati lontong produksi warga desa tersebut. ”Bentuknya sangat rapi. Rasanya juga enak, legit, dan tidak keras,” ujarnya.

Menurut Ipuk, lontong sudah menjadi makanan yang akrab di lidah orang Indonesia. Bisa untuk olahan lontong kikil, bakso, gado-gado, dan kuliner lainnya. Jadi, permintaannya cukup besar.

”Teman-teman yang punya usaha kuliner dan membutuhkan lontong, bisa pesan dari desa ini,” kata dia.

Ipuk menambahkan, ekonomi Banyuwangi kini tumbuh dengan banyaknya usaha-usaha kerakyataan seperti halnya industri lontong rumahan ini. ”Karena itu, kami terus mendorong usaha mikro dengan berbagai program,” pungkasnya. (sgt/c1)

Editor : Niklaas Andries
#produksi #bupati ipuk #gado-gado #Kilogram #kikil #industri rumahan #bunga desa #beras #bakso #lontong #Kuliner #Bupati Ipuk Fiestiandani #banyuwangi