Kunjungan tersebut, menurut Habib Segaf, dalam rangka silaturahmi keluarga. Bupati Ipuk dari suaminya, yakni Abdullah Azwar Anas, ternyata masih memiliki hubungan kekerabatan dengan pendiri salah satu pesantren terkemuka di Jatim tersebut.
Mereka juga sering bertemu dalam reuni keluarga, terakhir dalam momen Silaturahmi Potoh Kiai Muhammad Rowi di Sumenep, Madura, pada akhir Februari 2024.
”Ini silaturahmi kekeluargaan. Notabenenya Pak Anas itu kerabat ana (saya). Empat misan dengan saya,” jelas Habib Segaf.
Perlu diketahui, Habib Segaf Baharun merupakan putra kedua dari Habib Hasan bin Ahmad Baharun dengan Syarifah Khadijah.
Sedangkan Abdullah Azwar Anas merupakan putra dari pasangan KH Achmad Musayyidi dengan Nyai Hj Siti Aisyah. Dari Nyai Aisyah dan Syarifah Khodijah inilah tersambung nasab kepada KH Muhammad Rowi.
Kiai Rowi merupakan keturunan Nyai Halimah binti Abd. Quddus bin Abd. Karim Saregading Ambunten yang berhulu ke Sunan Ampel.
Ia kemudian hijrah ke Guluk-Guluk untuk berdakwah dengan mendirikan Pesantren Langgar Asem. Dari sini, Kiai Rowi dikenal Bujhu Gerrasem.
Di kemudian hari, Kiai Rowi banyak melahirkan ulama yang menjadi ulama terkemuka. Di antaranya ulama sekaligus pimpinan Pesantren Al-Bustan Banyugiri, Guluk-Guluk, Sumenep dan KH Thaifur Ali Wafa yang merupakan pengasuh Pesantren Assadad Ambunten.
Selain itu ada pula KHR Ahmad Azaim Ibrohimy (Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo), KHR Kholil As’ad (Ponpes Walisongo Mimbaan Situbondo), KH Ramdlan Siraj (Ponpes Nurul Islam Karangcempaka Bluto), dan Kiai M. Faizi (Ponpes Annuqayah serta Al-Furqan Sabajarin Guluk-Guluk).
Dalam kesempatan tersebut, Habib Segaf Baharun juga mendoakan agar Bupati Ipuk diberikan kekuatan dan pertolongan dari Allah SWT dalam memimpin Banyuwangi. ”Semoga menjadi daerah baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur,” harapnya.
Banyuwangi, imbuh Habib Segaf, merupakan daerah yang sejahtera. Hal ini tak lain berkat hubungan yang baik antara ulama dan umara (pemerintah).
”Di sini (Banyuwangi) banyak majelis-majelis oleh para habaib dan kiai. Ini akan menjadi sebab turunnya rahmat Allah,” pungkasnya. (sgt/c1)
Editor : Niklaas Andries