Perolehan suara masing-masing partai politik (parpol) dan calon anggota legislatif (caleg) yang berkompetisi di delapan dapil di Bumi Blambangan pun telah diketahui.
Namun, hingga Jumat (15/5) Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum merilis perolehan kursi setiap parpol di DPRD Banyuwangi.
Sebab, pihak KPU masih harus menunggu kepastian ada atau tidaknya perselisihan hasil pemilihan anggota DPRD Banyuwangi.
Ya, mengacu Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2024, khususnya pada Pasal 22, disebutkan apabila tidak terdapat permohonan perselisihan hasil pemilu, penghitungan dan penetapan perolehan kursi anggota DPRD kabupaten dan kota dilakukan paling lambat tiga hari setelah KPU memperoleh surat pemberitahuan dari Mahkamah Konstitusi mengenai daftar permohonan perselisihan hasil pemilu anggota DPRD kabupaten/kota.
Sedangkan apabila terdapat perselisihan hasil pemilu, penghitungan dan penetapan perolehan kursi anggota DPRD kabupaten dan kota dilakukan paling lambat tiga hari setelah KPU menetapkan hasil pemilu secara nasional pascaputusan MK.
Meski demikian, komposisi pimpinan DPRD Banyuwangi hasil Pemilu 2024 sudah nyaris dipastikan tetap dalam genggaman empat parpol peraih kursi pimpinan dewan periode 2019–2024.
Berdasar hasil penghitungan manual menggunakan metode sainte lague, PDIP hampir pasti bakal mempertahankan kursi ketua DPRD Banyuwangi periode lima tahun ke depan.
Dari delapan dapil di kabupaten the Sunrise of Java, partai banteng moncong putih tersebut meraih 11 kursi DPRD Banyuwangi.
Perolehan sebanyak itu menempatkan PDIP pada posisi puncak parpol peraih kursi terbanyak lembaga dewan Bumi Blambangan.
Posisi kedua ditempati PKB. Partai berlogo bumi sembilan bintang ini memperoleh sembilan kursi sehingga berhak mendapat jatah wakil ketua I DPRD Banyuwangi.
Selanjutnya, posisi ketiga dan keempat masing-masing diraih Partai Demokrat dan Golkar yang sama-sama mendapat tujuh kursi.
Hanya saja, secara total perolehan suara Demokrat lebih banyak dibanding Golkar.
Sehigga, partai berlogo bintang mercy merah putih mendapat jatah kursi wakil ketua II, sedangkan Golkar mengamankan kursi wakil ketua III DPRD Banyuwangi.
Selain empat parpol tersebut, ada tiga partai lain yang juga berhasil meraih kursi dewan.
Bahkan, satu di antaranya yakni Partai NasDem, mendapat kursi yang sama banyak dengan Demokrat dan Golkar, yakni tujuh kursi.
Namun, NasDem hampir pasti gagal menempatkan anggotanya pada kursi pimpinan dewan lantaran jumlah suara yang diraih kalah dibandingkan Demokrat dan Golkar.
Yang menarik, total perolehan suara Gerindra sebenarnya menempati ranking tiga tertinggi setelah PDIP dan PKB.
Hanya saja, jika dihitung dengan metode sainte lague, partai berlogo kepala burung garuda ini hanya memperoleh enam kursi dewan.
Ini terjadi lantaran suara cenderung ”menumpuk” di Dapil 6 dan Dapil 8. Sedangkan di Dapil 3 dan Dapil 5 relatif minim sehingga gagal meraih kursi di dua dapil tersebut.
Sementara itu, posisi terakhir ditempati PPP. Partai berlogo Kakbah ini berhasil mengamkan tiga kursi DPRD Banyuwangi.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP I Made Cahyana Negara mengatakan, berdasar hasil perhitungan internal, PDIP berhasil memenangkan Pemilu 2024 di Banyuwangi.
”Artinya, karena PDIP menjadi partai pemenang, kursi ketua DPRD juga berhasil diamankan,” ujarnya.
Hal senada dilontarkan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Banyuwangi Michael Edy Hariyanto.
Dia menuturkan, berdasar perhitungan internal, Demokrat berhasil meraih 120.196 suara dan mendapat tujuh kursi DPRD Banyuwangi.
”Dengan demikian, kami (Demokrat) mendapat slot Wakil Ketua 2 DPRD Banyuwangi,” kata dia. (sgt/c1)
Editor : Niklaas Andries