Tak hanya di tataran partai politik (parpol), pergumulan sengit juga terjadi antarcalon anggota legislatif (caleg) yang bernaung di partai yang sama.
Persaingan sengit antarparpol tersebut terbukti dari hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat kabupaten yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi.
Berdasar hasil rapat pleno yang baru benar-benar tuntas pada dini hari kemarin (4/3), tidak ada satu parpol pun yang berhasil meraih lebih dari satu kursi di Dapil 1.
PDIP, Demokrat, PKB, Gerindra, Golkar, dan NasDem masing-masing mendapat satu kursi dari total enam kursi yang dialokasikan di dapil yang meliputi wilayah Kecamatan Banyuwangi, Glagah, dan Kabat tersebut.
Bahkan, selain PDIP yang unggul jauh dengan perolehan dukungan mencapai 24.156 suara, selisih suara parpol peringkat kedua sampai keenam tidak terlalu jomplang.
Partai Demokrat yang menduduki ranking kedua perolehan suara terbanyak mendulang 13.843 suara. Posisi ketiga ditempati PKB dengan perolehan 13.379 suara.
Peringkat keempat diraih Gerindra dengan torehan 12.406 suara. Sedangkan Golkar (11.602 suara) dan NasDem (11.029 suara) masing-masing menempati ranking kelima dan keenam.
Sementara itu, di tataran caleg, persaingan ketat terjadi di internal kandidat wakil rakyat asal Demokrat dan NasDem.
Di jajaran caleg Demokrat ada caleg petahana Ricco Antar Budaya dan pendatang baru Yunieta Nurcahyani Indrasari.
Sedangkan di jajaran caleg NasDem persaingan sengit terjadi antara caleg incumbent Bernat Sipahutar dan caleg pendatang baru Zamroni.
Namun, berdasar hasil rekap suara tingkat kabupaten, caleg petahana Ricco berhasil mengguli Yunieta. Ricco mendapat 4.069 suara, sedangkan Yunieta mengumpulkan 3.934 suara.
Artinya, jika dikalkulasi, selirih perolehan dukungan antara dua caleg tersebut ”hanya” 135 suara.
Dikonfirmasi wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi tadi malam (4/3), Ricco mengaku beryukur perolehan suara berdasar hasil rekapitulasi tingkat kabupaten sesuai dengan formulir C hasil plano yang dia rekapitulasi bersama tim.
”Terima kasih kepada Allah SWT, orang tua, serta kepada Partai Demokrat yang selama ini telah mendukung kami. Terima kasih juga kepada tim, relawan, dan masyarakat yang memilih saya,” ujarnya.
Sementara itu, berkebalikan dengan Demokrat, persaingan antar caleg NasDem dimenangkan oleh pendatang baru.
Zamroni mengumpulkan 4.009 suara, sedangkan caleg incumbent Bernat meraih 3.915 suara atau hanya berselisih 94 suara.
Meski berselisih tipis, Ricco maupun Zamroni berhak mendapatkan kursi jatah masing-masing parpol yang menaungi mereka.
Sesuai peringkat perolehan suara Demokrat maupun NasDem, Ricco mendapat kursi urutan kedua, sedangkan Zamroni mengamankan kursi urutan keenam.
Kursi urutan pertama berhak diraih Pramudita Maharani Saputri dari PDIP. Kursi urutan ketiga diraih Anita Rani dari PKB.
Sedangkan kursi urutan keempat dan kelima masing-masing diraih Naufal Badri dari Gerindra dan Eva Hestiawati dari Golkar.
Perolehan kursi partai maupun daftar caleg yang berhak mengisi slot kursi dewan tersebut berdasar hasil rapat pleno rekapitulasi suara tingkat kabupaten yang berlangsung hingga dini hari kemarin (4/3).
Hasil resmi akan diputuskan oleh KPU pada rapat pleno penetapan calon terpilih anggota DPRD Banyuwangi hasil Pemilu 2024. (ddy/sgt/c1)
Hasil Rekapitulasi Suara DPRD Banyuwangi
Dapil 1
|
Alokasi Kursi | PARPOL | CALEG | SUARA |
| 1 | PDIP | PRAMUDITA MAHARANI SAPUTRI | 6064 |
| 2 | DEMOKRAT | RICCO ANTAR BUDAYA | 4069 |
| 3 | PKB | ANITA RANI | 6853 |
| 4 | GERINDRA | NAUFAL BADRI | 2858 |
| 5 | GOLKAR | EVA HESTIAWATI | 4313 |
| 6 | NASDEM | ZAMRONI | 4009 |
Sumber: Hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara tingkat kabupaten oleh KPU Banyuwangi
Editor : Niklaas Andries