Berbalik 180 derajat dibandingkan tren sebelumnya, para calon anggota legislatif (caleg) petahana terbukti mampu memberikan perlawanan sengit kepada caleg-caleg pendatang baru.
Ya, sebelumnya para caleg pendatang baru mendominasi perolehan sementara kursi dewan.
Dari delapan daerah pemilihan (dapil) di Bumi Blambangan, ada enam new comer yang berpeluang besar melenggang ke gedung DPRD Banyuwangi.
Namun pada perkembangan terbaru, ternyata para caleg petahana mampu ”berbicara banyak”.
Berdasar hasil rekapitulasi suara sementara tim Litbang Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa), tujuh caleg petahana asal delapan dapil nyaris pasti melenggang ke kantor DPRD Banyuwangi.
Di Dapil Banyuwangi 1 ada Naufal Badri asal Partai Gerindra.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Banyuwangi Michael Edy Hariyanto juga nyaris pasti kembali terpilih menjadi wakil rakyat dari Dapil Banyuwangi 3. Sedangkan di Dapil Banyuwangi 3 ada petahana asal PKB, yakni Priyo Santoso.
Sementara itu, di Dapil Banyuwangi 4, caleg pendatang baru asal PDIP, yakni Dhea Sartika berpeluang besar merebut kursi dewan.
Selanjutnya, ”Srikandi” Partai Demokrat, yakni Emy Wahyuni Dwi Lestari nyaris pasti berhasil mempertahankan kursi wakil rakyat dari Dapil Banyuwangi 5.
Sedangkan di Dapil Banyuwangi 6, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Ruliyono yang sekaligus caleg petahana juga diprediksi kembali terpilih.
”Alhamdulillah. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kami secara pribadi maupun mereka yang mendukung para caleg dari Partai Golkar,” ujar Ruliyono.
Sedangkan di Dapil Banyuwangi 7 ada Ahmad Masrohan yang notabene caleg incumbent asal PDIP.
Sedangkan di Dapil Banyuwangi 8, satu kursi dewan nyaris pasti kembali diraih Umi Kulsum dari Partai Golkar.
Sekali lagi, prediksi para caleg yang berpeluang besar melenggang ke gedung DPRD Banyuwangi tersebut didasarkan hasil penghitungan tim Litbang JP-RaBa.
Hasil resmi Pemilu 2024 akan ditentukan berdasar rekapitulasi suara manual secara berjenjang yang dilakukan KPU mulai tingkat kecamatan hingga kabupaten. (sgt/c1)
Editor : Niklaas Andries