Dari data rekapitulasi real count dari laman KPU,pasangan nomor urut 02 Prabowo - Gibran memperoleh suara tertinggi di Banyuwangi dengan raihan 160.424 suara atau 66,05 persen.
Keunggulan Prabowo-Gibran ini cukup mengejutkan, pasalnya Banyuwangi selama ini dikenal sebagai salah satu basis PDI Perjuangan di kawasan Tapal Kuda di Jatim.
Sedangkan Ganjar-Mahfud yang diusung PDIP menempati posisi kedua dengan 44.602 suara atau 18,36 persen. Adapun di posisi terakhir, paslon Anies- Muhaimin memperoleh 37.835 suara atau 15,59 persen.
Data tersebut diperoleh dari 3.493 TPS dari jumlah 5.135 TPS se-Banyuwangi atau 68,02 persen data masuk.
Sebagai data pembanding pada Pilpres 2019, Jokowi-Maruf Amin yang diusung PDIP berhasil meraup 711,117 suara atau 72,22 persen.
Sedangkan rivalnya saat itu Prabowo-Sandiaga hanya meraup 273,543 suara atau 27,78 persen
Dengan perolehan suara tertinggi tersebut, Ketua DPC Partai Gerindra Banyuwangi, Sumail Abdullah mengaku senang dan berterimakasih dengan seluruh pihak yang telah turut mensukseskan pelaksanaan Pemilu 2024.
“Kami berterimakasih kepada semua pihak yang telah mengawal proses demokrasi ini berlangsung aman, lancar dan baik di Bumi Blambangan,” ungkap Sumail
Lebih khusus, kata Sumail, pihaknya berterimakasih kepada seluruh pengurus partai politik koalisi Indonesia maju yang bersama-sama mengantarkan Capres-Cawapres Prabowo-Gibran memperoleh suara tertinggi di Banyuwangi.
“Tanpa jerih payah dari tim kampanye daerah (TKD) partai koalisi mustahil akan mampu meraih suara terbanyak dan mengantarkan kemenangan ini,” jelasnya.
Meski memperoleh suara tertinggi, Anggota Komisi 5 DPR RI Partai Gerindra ini tetap mengajak seluruh pengurus, kader dan simpatisan partai Gerindra khususnya agar tetap rendah hati dan tidak jemawa atas torehan kemenangan ini.
“Seperti amanat yang disampaikan Ketua Umum, kemenangan ini merupakan kemenangan untuk seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, harus mengayomi seluruh rakyat serta merangkul semua unsur dan kekuatan,” jelas Ketua Tim TKD Prabowo-Gibran ini.
Tidak itu saja, dia juga mengajak masyarakat untuk menatap ke depan. Perseteruan selama masa kampanye harus diakhiri dan semua elemen masyarakat bersatu kembali.
“Sesuai amanah ketua umum Partai Gerindra, kami yang di daerah juga akan merajut, mengajak, menjalin kerukunan, persatuan, kekeluargaan, kekompakan, dan kolaborasi untuk rakyat,” tandasnya. (ddy)
Editor : Niklaas Andries