Radarbanyuwangi.id - Bupati meluncurkan program ASN Berbagi dalam rangkaian kegiatan Bunga Desa di Desa Telemung Kecamatan Kalipuro Banyuwangi (31/1).
Dalam program tersebut, Ipuk mengajak para ASN untuk membantu pengentasan kemiskinan melalui program tersebut.
Program ASN Berbagi menjadi salah satu terobosan bagi Pemkab Banyuwangi dalam mempercepat penghapusan kemiskinan di Bumi Blambangan.
Kegiatan yang diluncurkan dalam rangkaian Bunga Desa itu menjadi momentum para ASN berbagi dengan warga miskin.
Ipuk mengungkapkan, peluncuran program ASN Berbagi menjadi aksi nyata gotong royong mengentaskan kemiskinan di kabupaten the Sunrise of Java.
Tidak sekadar imbauan dan teori dalam mengurangi angka kemiskinan. ”Kalau kita hanya sekadar menyampaikan di masyarakat terkait pengentasan kemiskinan, maka masyarakat akan cepat bosan dan dampaknya tidak cepat,” ujarnya.
Program yang untuk sementara dijalankan selama bulan Februari ini akan terus dievaluasi bersama.
Di mana jumlah ASN di Banyuwangi sekita 10 ribu menjadi potensi besar dalam mengurangi kemiskinan.
Masing-masing ASN bertanggung jawab dalam mengasuh warga miskin. Namun, jumlah warga miskin yang diasuh disesuaikan dengan pangkat.
Para ASN tidak hanya memberikan sumber protein kepada warga miskin asuhannya.
Lebih dari itu, para ASN memiliki kewajiban untuk meninjau langsung dan memonitoring selama satu bulan.
Peninjauan langsung terhadap kondisi warga miskin tersebut tidak hanya berfokus pada kondisi rumah.
Di samping itu, para ASN harus mengetahui kondisi pendidikan, kesehatan, dan lainnya.
”Kami keroyokan selama sebulan ini mensupport bahan pangan. Sambil memantau dari data yang kami punya apa yang dibutuhkan mereka,” kata Ipuk.
Pada Bunga Desa tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Amir Hidayat juga berkesempatan meninjau langsung salah satu warga miskin yang diasuh olehnya.
Dia adalah Hariyani yang memiliki tiga anak.
Amir memastikan selama satu bulan ke depan dirinya akan memantau perkembangan Hariyani. Baik dari segi pendidikan sang anak hingga kesehatan.
”Selama satu minggu sekali akan diberi sumber protein senilai Rp 25 ribu. Selama satu bulan ini akan terus digencarkan dan dipantau perkembangannya,” pungkasnya. (rei/aif/c1)
Editor : Dedy Jumhardiyanto