RadarBanyuwangi.id – Bupati Ipuk Fiestiandani terus berupaya mewujudkan dunia pendidikan di Banyuwangi yang terbebas dari perundungan (bullying), kekerasan, dan intoleransi.
Orang nomor satu di jajaran Pemkab Banyuwangi tersebut tak jarang terjun langsung ke sekolah-sekolah untuk memotivasi guru dan siswa agar bersama-sama mencegah tiga dosa besar pendidikan tersebut.
Seperti yang dia jalani dalam rangkaian program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Dasri, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, pada Rabu (17/1).
Program yang memasuki tahun keempat itu dihelat untuk belanja persoalan sekaligus mendorong percepatan berbagai program pemerintah kabupaten di tingkat desa.
Mulai dari administrasi kependudukan, pendidikan, kesehatan, perekonomian, hingga silaturahmi dengan tokoh agama dan masyarakat umum.
”Pada Bunga Desa kali ini, kami ingin memantau secara langsung sejumlah program daerah di desa. Kami ingin memantau secara langsung efektivitas pelaksanaannya dan dampaknya di masyarakat,” ujar Ipuk.
Selain meninjau langsung infrastruktur, Ipuk juga meninjau sejumlah layanan lainnya.
Di antaranya sosialisasi wawasan kebangsaan dan profil pelajar Pancasila di SDN 1 Dasri serta peningkatan kapasitas pengajar untuk mewujudkan pendidikan Banyuwangi yang terbebas dari perundungan, kekerasan, serta intoleransi.
”Tiga dosa ini harus dikikis habis di lingkungan pendidikan. Guru memiliki peran penting untuk mencegahnya menjangkiti anak didik di Banyuwangi. Lewat Bunga Desa ini, kami terus motivasi para pengajar maupun siswa untuk mengatasi masalah ini dan tidak terjadi di lingkungan mereka,” terang Ipuk.
Tidak hanya itu, selama ngantor di Desa Dasri, Ipuk juga meninjau imunisasi polio bagi anak di usia bawah lima tahun (balita), menyalurkan bantuan Warung Naik Kelas (WeNak), hingga menggelar vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan hewan ternak dan hewan peliharaan.
Sedangkan berkaitan dengan infrastruktur, Bupati Ipuk meninjau jalur Lingkar Barat Genteng yang menjadi perlintasan Genteng menuju ke Jembatan Wiroguno dan tersambung ke Jalur Nasional di Kecamatan Gambiran. Jalur lingkar baru ini melewati Desa Dasri dengan panjang 8,4 kilometer.
”Jalan ini tidak hanya akan mempercepat lalu lintas yang kerap menimbulkan kemacetan di sekitar Pasar Genteng. Tapi, juga bisa membuka kawasan perekonomian baru di sepanjang perlintasan,” pungkas Ipuk. (sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin