Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ketemu Petani Banyuwangi, Cak Imin Gelar Dialog dan Tanam Padi

Dedy Jumhardiyanto • Jumat, 29 Desember 2023 | 22:30 WIB
DENGAR KELUHAN: Cawapres Muhaimin Iskandar berdialog dengan ratusan petani di Rumah Makan Daipoeng Bebek Tengah Sawah (BTS) di Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi.
DENGAR KELUHAN: Cawapres Muhaimin Iskandar berdialog dengan ratusan petani di Rumah Makan Daipoeng Bebek Tengah Sawah (BTS) di Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi.

RadarBanyuwangi.id – Pasangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1 Anies Baswedan dan Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menggelar kampanye di Banyuwangi, Kamis (28/12).

Namun demikian, pasangan capres dan cawapres ini memiliki agenda berbeda selama berada di Bumi Blambangan.

Anies Baswedan datang lebih dulu di Bandara Banyuwangi pada pukul 08.30 dan langsung menyapa nelayan, pengusaha, dan pemuda di Pantai Blimbingsari.

Selama di lokasi ini, Anies mendengar dan menjawab curahan hati warga dalam dialog bertajuk ”Desak Anies”.

Sedangkan Cak Imin baru tiba di Bandara Banyuwangi 30 menit kemudian.

Saat tiba di Bandara Internasional Banyuwangi, pasangan capres-cawapres ini sama-sama disambut dengan diberikan udeng (ikat kepala suku Oseng) oleh Dewan Syura DPC PKB Banyuwangi KH Abdul Ghoffar.

”Banyuwangi berseri selalu di hati,” ungkap Cak Imin kepada wartawan saat hendak masuk mobil.

Cak Imin diiringi oleh para simpatisan dan pendukungnya menuju Rumah Makan Daipoeng Bebek Tengah Sawah (BTS) di Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini bertemu dan berdialog langsung dengan para petani.

Selama hampir satu jam berada di lokasi ini, Cak Imin banyak mendapatkan keluh kesah dari petani.

Seperti disampaikan petani milenial asal Kecamatan Bangorejo, Miftahudin. Dia mengaku bahwa pada musim kemarau petani di Bangorejo kerap kesulitan menanam.

Betapa tidak, para petani kerap kesulitan mendapatkan air irigasi. Padahal, air di sungai besar seperti Kalibaru dan Kalisetail masih melimpah.

”Saya ingin pengadaan mesin sedot berkapasitas besar sehingga air sungai tidak terbuang percuma ke laut, melainkan bisa mengaliri irigasi persawahan,” kata Miftahudin.

Mendengar keluh kesah para petani tersebut, Cak Imin yang didampingi sang istri, Rustini Murtadho, langsung memberikan jawaban dan tanggapan.

”Sederhana. AMIN (Anies-Muhaimin) menang, petani harus jadi bisnis yang menguntungkan,” ujarnya.

Cak Imin mengatakan bahwa pertanian harus menjadi industri yang menjanjikan, menjadi bisnis yang menguntungkan.

Oleh karena itu, salah satu di antara program AMIN ialah menyejahterakan petani melalui contract farming yang masuk ke dalam desain pangan nasional.

”Begitu AMIN menang, kita laksanakan desain pangan nasional, perubahan-perubahan substansi dari atas sampai bawah. Kebijakan dari atas maupun kemauan dari bawah jadi satu kesatuan,” jelas Cak Imin.

Cak Imin berjanji jika AMIN menang Pilpres 2024, maka pihaknya akan memastikan ketersediaan pupuk untuk para petani.

”Selain infrastruktur juga permodalan, ke depan jika AMIN terpilih pertanian akan jadi idola, anak muda mau jadi petani kembali, dan kita akan kasih insentif bagi orang muda yang mau bergerak di bidang pertanian,” tandasnya.

Usai berdialog dengan petani, Cak Imin bersama sang istri turun langsung ke sawah. Keduanya ikut menanam padi (tandur) bersama sejumlah petani. (ddy/sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#anies baswedan #muhaimin iskandar #Petani #cawapres #capres #kampanye #amin #tanam padi #banyuwangi #cak imin