RadarBanyuwangi.id – Sebanyak 51 kepala desa (kades) hasil pemilihan serentak pada 25 Oktober dilantik Bupati Ipuk Fiestiandani di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Jumat (15/12).
Dari 51 kades yang dilantik dan diambil sumpahnya, 35 orang merupakan wajah baru, sedangkan sisanya merupakan petahana.
Puluhan kepala desa yang dilantik pukul 08.00 tersebut mengenakan seragam dinas warna putih. Mereka didampingi keluarga maupun kerabatnya.
Hadir dalam pelantikan, pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekkab Mujiono, sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), camat, dan undangan lainnya.
Pelantikan diawali dengan pengambilan sumpah dan janji, lalu dilanjutkan penyematan pertama tanda jabatan dari Kepala Desa Sepanjang Rojikin oleh Bupati Ipuk Fiestiandani.
Usai penyematan tanda jabatan, Ipuk mengucapkan selamat atas terpilihnya 51 kades yang melalui serangkaian tahapan.
Pilkades serentak yang digelar pada 25 Oktober lalu merupakan wujud nyata demokrasi yang hidup dan berkeadilan di tingkat desa.
Di balik riang gembiranya para kades terpilih, Ipuk menyampaikan sejumlah pesan penting yang harus diperhatikan oleh para kades.
Mulai dari tugas kades ke depannya hingga permasalahan yang sering terjadi di desa.
”Sebagai kepala desa diharapkan menjadi pemimpin yang mampu mendengarkan, akuntabel, transparan, inovatif, dan berintegritas,” pesannya.
Ipuk juga mengingatkan tentang tujuh permasalahan yang sering terjadi di desa agar menjadi perhatian bagi para kades.
Tujuh pesan tersebut yakni desa harus nihil anak miskin yang tidak bersekolah, tidak ada ibu hamil (bumil) dan balita kurang gizi, semua orang miskin harus bisa berobat, dan tidak ada lansia miskin sebatang kara yang tidak bisa makan.
Pesan berikutnya, tidak ada orang miskin yang rumahnya tidak layak huni, mampu menyelesaikan permasalahan sampah harus mampu, dan pengendalian tata ruang.
”Ubah wajah birokrasi dan pelayanan yang dikesankan rumit, lamban, tidak ramah. Desa harus menjadi pelayanan publik yang modern, bersih, efisien, dinamis menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat,” imbau Ipuk.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ahmad Faishol mengatakan, pascapelantikan akan dilakukan peningkatan kapasitas bagi 51 kades.
Mengingat tidak semua kades terpilih memahami tugas selama enam tahun ke depan.
Selain itu, para kades memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda.
”Pascapelantikan kami akan melakukan peningkatan kapasitas untuk kades baru bersama calon ketua tim PKK. Kegiatan peningkatan kapasitas kami gabungkan menjadi dua sesi. Kegiatannya tanggal 19 sampai 20 Desember,” kata Faishol.
Peningkatan kapasitas menjadi salah satu modal bagi para kades untuk menjalankan roda pelayanan kepada masyarakat.
”Harapannya, kades yang terpilih dapat memahami tata kelola pemerintahan di desa, terutama perihal keuangan di desa,” kata Faishol.
Sementara itu, salah satu kades yang dilantik kemarin memiliki latar belakang sebagai anggota TNI AL.
Dia adalah Wastono, 50, yang dilantik sebagai Kepala Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar. Saat ini Wastono masih aktif sebagai anggota marinir.
Motivasi Wastono mencalonkan diri sebagai kades adalah untuk memajukan desanya.
”Menurut Peraturan Kepala Staf Angkatan Laut (Perkasal), setelah dilantik dan mendapat SK pelantikan kades, saya langsung mengajukan pensiun dini,” pungkasnya. (rei/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin