Jawa Pos Radar Banyuwangi – Ribuan personel gabungan siap mengamankan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang akan digelar Rabu, 25 Oktober 2023.
Kesiapan tersebut terlihat dalam apel gabungan di lapangan Taman Blambangan kemarin (23/10).
Pengamanan melibatkan 3.278 personel gabungan dari TNI-Polri, Linmas, dan Satpol PP.
Bala bantuan dari Brimob dan Polres Jember, Situbondo, dan Bondowoso juga didatangkan. Para personel mulai disebar ke 51 desa pada hari H pelaksanaan pilkades setentak Rabu (25/10).
Penyebaran ribuan personel ditandai dengan apel gelar pasukan dan Serpas Operasi Mantap Praja Gandrung 2023 di Taman Blambangan, Senin (23/10).
Apel pasukan dipimpin oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Istri Menpan-RB Abdullah Azwar Anas tersebut meminta seluruh personel untuk menjaga kelancaran terlaksananya pilkades.
Caranya dengan ikut mengantisipasi munculnya politik identitas serta penyebaran berita hoax yang dapat menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat.
"Ribuan personel gabungan diterjunkan untuk menjaga pelaksanaan pilkades tetap aman dan kondusif,’’ ujar Ipuk.
Ipuk menambahkan, siapapun yang terpilih menjadi kepala desa nanti diharapkan dapat bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
"Siapapun kades terpilih, kita berharap tetap bisa bersinergi membangun Banyuwangi dan mewujudkan Banyuwangi lebih baik," pintanya.
Kapolresta Banyuwangi Kombespol Deddy Foury Millewa mengatakan, kehadiran Brimob yang ikut mengamankan pilkades akan disebar di sejumlah titik rawan sesuai dengan pertimbangan atau hasil penilaian dari anggota.
"Kita tempatkan personel bukan berarti rawan, tapi hanya menjaga situasi agar aman dan kondusif," katanya.
Deddy mengatakan, para personel tersebut akan melakukan pengamanan di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Ada TPS masuk kategori rawan, sangat rawan, dan rawan sekali. "Tidak ada kategori TPS aman, semuanya kita anggap rawan,’’ tegasnya.
Khusus TPS rawan sekali, Polresta akan melakukan penebalan personel. Jika biasanya hanya dijaga empat personel, kali ini bisa ditempatkan delapan personel.
"Untuk TPS kategori rawan sekali, kita lakukan penebalan pengamanan. Sedangkan untuk TPS lain, petugas akan melakukan pengamanan secara mobile," tegas Deddy yang enggan menyebut TPS mana yang masuk kategori rawan sekali. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin