TEGALSARI, Jawa Pos Radar Genteng – Festival Anak Shaleh (FAS) digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Mambadiul Ihsan, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, kemarin (18/10). Acara yang menjadi rangkaian Banyuwangi Festival (B-Fest) itu, diikuti 600 siswa dari sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Banyuwangi.
Acara yang digelar Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Banyuwangi dan berlangsung semarak itu, dibuka oleh oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani secara virtual. “Festival Anak Shaleh ini bagian dari ikhtiar untuk meningkatkan kualitas pendidikan para pelajar Banyuwangi,” cetus Bupati Ipuk Fiestiandani dalam sambutannya.
Bupati Ipuk yang sedang kunjungan kerja di Australia itu menyampaikan, melalui FAS ini diharapkan bisa menjadikan anak-anak di Banyuwangi menjadi anak yang benar-benar saleh. “Ayo kita jadikan anak-anak kita menjadi anak saleh,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Bupati Ipuk ingin memastikan anak-anak Banyuwangi bisa mengamalkan kepintaran, kesalehan, serta prestasi yang sudah dimiliki. “Jangan sampai prestasi yang sudah dimiliki anak-anak kita itu disalahgunakan. Festival Anak Shaleh tidak boleh berhenti pada siapa yang jadi juara, tapi harus sustaine, harus berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan FAS ini, Bupati Ipuk juga ingin mengikis sikap negatif yang muncul akibat pengaruh konten di media sosial yang tidak terkontrol. Anak-anak harus dibekali nilai-nilai yang baik mulai di lingkungan keluarga, dan di sekolah. “Festival Anak Shaleh ini menjadi fasilitas agar para siswa bisa mengeluarkan potensinya,” terangnya.
Kepala Dispendik Banyuwangi Suratno melalui Kabid SMP, Aflian mengungkapkan, FAS ini satu rangkaian dengan peringatan Hari Santri yang akan digelar di Pendopo Sabha Swagata Blambangan pada Senin (23/10). “Ini kita awali, nanti endingnya seperti awarding akan diberikan saat Peringatan Hari Santri,” ucapnya.
Dalam FAS yang diisi dengan fashion show Islami untuk anak-anak, dan aneka perlombaan seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), pemilihan dai cilik (Pildacil), dan lomba mewarnai itu, Alfian menyampaikan kegiatan ini untuk menumbuhkan iman dan taqwa para siswa kepada Allah SWT, serta memberikan ruang kepada siswa untuk berkreasi. “Ini juga ajang konsolidasi ukhuwah islamiyah antar lembaga pendidikan,” cetusnya.
Festival Anak Shaleh yang digelar setiap tahun ini, karena dianggap memiliki pengaruh yang kuat dalam upaya pembentukan karakter anak di lingkungan. “Sekarang ini banyak sentuhan pendidikan yang menjadikan aspek keagamaan sebagai nilai keunggulan, dan ini sangat bagus untuk pengembangan karakter siswa,” ucapnya seraya menyebut FAS pertama digelar pada 2019.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi