Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ulama dan Masyayikh Titip Kemajuan Pesantren

Sigit Hariyadi • Rabu, 18 Oktober 2023 | 12:54 WIB

DISAMBUT HANGAT: Ganjar Pranowo berkunjung ke pondok pesantren Miftahul Huda Al Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat, pada Minggu (8/10).
DISAMBUT HANGAT: Ganjar Pranowo berkunjung ke pondok pesantren Miftahul Huda Al Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat, pada Minggu (8/10).
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Bakal calon presiden (bacapres) 2024, Ganjar Pranowo berkunjung ke pondok pesantren Miftahul Huda Al Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat, pada Minggu (8/10).

Malam itu, Ganjar disambut hangat dan meriah oleh para ulama, masyayikh, dan ribuan santri.

Para hadirin berdesakan untuk bersalaman sambil meneriakkan nama Ganjar.

Mantan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) dua periode itu dengan ramah melayani para santri dan masyarakat yang ingin bersalaman dan berfoto dengannya.

"Pak Ganjar ganteng banget, Ya. Lebih ganteng dibanding di TikTok. Pak aku padamu pak,” teriak seorang wanita.

Ganjar kemudian menemui KH Mun'im Abdurrohim, salah satu pengasuh ponpes Miftahul Huda Al Azhar Banjar.

Setelah mengobrol sebentar dan makan malam, Ganjar kemudian diajak Kyai Mun'im ke aula untuk bertemu dengan sejumlah ulama serta masyayikh se-Kota Banjar.

Mereka kemudian berdiskusi tentang banyak hal berkaitan dengan Indonesia.

Dalam kesempatan itu, banyak doa dan harapan yang disampaikan para ulama dan masyayikh se-Kota Banjar kepada Ganjar.

Salah satunya disampaikan oleh pimpinan ponpes Miftahul Huda Al Azhar yang juga Mutasyar PWNU Jabar, KH Munawir Andurrohim.

Selain mendoakan Ganjar menjadi Presiden Indonesia, Kiai Munawir juga menitipkan pesantren pada Ganjar.

"Kalau nanti jadi presiden, jangan lupakan pesantren. Kami semua menitipkan kemajuan pesantren di tangan pak Ganjar,” ucap kyai Munawir.

Selain soal pondok pesantren, sejumlah ulama dan masyayikh se-Kota Banjar juga menitipkan banyak hal pada Ganjar.

Photo
Photo
Di antaranya energi baru terbarukan, pendidikan generasi bangsa, keagamaan, kesejahteraan masyarakat, hingga persoalan Ibu Kota Negara (IKN).

Ganjar mengaku senang bisa semakin sering bersilaturahmi dengan sejumlah ulama di berbagai daerah.

”Saya sangat senang bisa bertemu dengan para ulama dan masyayikh. Mereka memberikan masukan banyak kepada saya tentang perhatian pada pendidikan pondok pesantren yang harus adaptif pada perubahan zaman,” kata dia.

Selain itu, lanjutnya, banyak pula catatan dan masukan yang diberikan para ulama, salah satunya terkait perkembangan IKN.

"Banyak wejangan yang diberikan dan itu semua bentuk kepedulian para ulama dan kiai pada republik ini. Termasuk bagaimana mereka peduli pada pembangunan IKN, isu lingkungan, energi baru terbarukan, pendidikan dan bagaimana kesiapan kita menghadapi perubahan zaman ke depan,” imbuhnya.

Ganjar mengaku selama menjabat gubernur selalu melibatkan ulama dalam pengambilan sejumlah kebijakan penting yang berhubungan dengan masyarakat.

"Ulama dan umaro memang harus bersatu untuk membangun Indonesia lebih baik. Ulama selalu menjadi tempat bertukar pikiran dan meminta petunjuk dalam setiap pengambilan keputusan,” ujarnya.

Sementara itu, di Banyuwangi, pemkab setempat terus melibatkan ulama dan para tokoh agama dalam proses kemajuan kabupaten the Sunrise of Java.

Peran ulama dalam proses pengambilan kebijakan pembangunan daerah sangat penting untuk menjaga koridor pembangunan.

Pemkab telah menjalankan sejumlah rekomendasi dari para tokoh agama dan masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di daerah, seperti pembatasan hiburan malam dan penutupan lokalisasi.

Editor : Syaifuddin Mahmud
#ganjar #energi baru dan terbarukan #Sunrise of Java #Miftahul Huda #Ibu Kota Negara (IKN)