RadarBanyuwangi.id – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2023 bakal digelar 18 hari ke depan.
Sebanyak 309.503 penduduk asal 51 desa di 23 kecamatan se-Banyuwangi telah terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) hajatan demokrasi paling akbar tingkat desa tersebut.
Di antara 51 desa yang bakal menggelar pilkades tahun ini, rekor DPT paling banyak ditempati Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi.
Sedangkan Desa Gumuk, Kecamatan Licin, menempati peringkat paling buncit alias paling sedikit pemilih yang terdaftar dalam DPT.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi Ahmad Faishol mengatakan, penduduk Gentengkulon yang terdaftar dalam DPT mencapai 15.485 pemilih. Sedangkan di Desa Gumuk, Kecamatan Licin, jumlah DPT sebanyak 1.902 orang.
Faishol menambahkan, total penduduk yang terdaftar dalam DPT Pilkades 2023 mencapai 309.503 orang. Mereka berasal dari 188 dusun di 51 desa yang tersebar di 23 kecamatan.
”Jumlah DPT tersebut adalah hasil pencermatan oleh pihak panitia pilkades masing-masing desa,” ujarnya kemarin (6/10).
Faishol menambahkan, tahap pilkades kemarin adalah penyampaian DPT dari panitia desa kepada para calon kepala desa (cakades).
”Jadi, sedang dalam penyampaian kepada calon. Setelah diteliti, baru diserahkan kembali ke panitia,” kata dia.
Mengingat potensi gesekan antarpendukung cakades, Faishol memastikan pihak keamanan telah siap mengawal pelaksanaan pilkades di 51 desa tersebut.
”Terkait dengan pengamanan kami sudah koordinasi dengan pihak Polresta Banyuwangi. Dari pihak Polresta sudah memetakan juga titik rawannya. Terakhir kami rapat koordinasi di Polda, yang jelas di Banyuwangi tidak ada yang rawan,” imbuhnya.
Faishol berharap, setiap tahapan menjelang pelaksanaan pilkades berjalan dengan lancar. Baik dari segi teknis maupun keamanan.
Dia mengaku, pihaknya bersama tim terus melakukan berbagai antisipasi dan memastikan tahapan berjalan sesuai dengan jadwal dan regulasi yang berlaku.
”Kami tetap antisipasi dan berkoordinasi berkaitan kesiapsiagaan tim pengamanan, mulai unsur polres, Kodim, dan lainnya untuk menjaga keamanan pilkades,” ujarnya.
Faishol mengungkapkan, hingga kemarin (6/10) tidak ada gugatan yang diterima pihaknya secara resmi. Namun, dia mengakui ada beberapa orang yang mempertanyakan hasil keputusan daftar calon yang terpilih.
”Kalau gugatan secara resmi, kami tidak menerima. Tapi kalau konsultasi dan sudah dijelaskan oleh pihak panitia uji tulis. Berkaitan computer assisted test (CAT) lalu, ada yang menanyakan hasilnya, tapi dapat terselesaikan setelah dijelaskan. Harapannya, tidak ada gugatan hingga akhir pelaksanaan pilkades,” pungkas Faishol. (rei/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin