Begitu sebutan salah satu inovasi yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk memudahkan wajib pajak mendapatkan pelayanan pajak.
Inovasi ini memaksimalkan keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai sumber daya pelayanan.
Melalui layanan yang dikelola BUMDes ini, masyarakat yang hendak membayar pajak tidak perlu datang ke kantor Samsat.
Mereka cukup datang ke gerai Samsat Budiman di kantor BUMDes. Selain itu, jam buka gerai pun lebih fleksibel, yakni dari pagi hingga malam sehingga sangat membantu masyarakat yang sibuk bekerja.
Program yang diinisiasi Ganjar Pranowo ketika menjadi Gubernur Jawa Tengah tersebut diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak.
Sebab, keberadaannya memberikan kemudahan masyarakat dalam menunaikan kewajiban membayar pajak.
”Ini cara baru, sehingga target pendapatannya tercapai, mereka merasa teringankan. Terima kasih banyak desa yang sangat kreatif kemudian mereka punya BUMDes yang bagus, lalu coba kita kerja samakan sebagai sebuah kekuatan, untuk sumber daya yang sampai di ujung-ujung,” kata Ganjar.
Ganjar juga senang karena beberapa BUMDes yang jadi mitra Samsat Budiman berinovasi untuk memudahkan para wajib pajak.
Salah satunya, memberikan dana talangan kepada pembayar pajak yang sudah jatuh tempo, tapi tidak memiliki cukup uang.
Dana talangan itu kemudian dicicil oleh wajib pajak. ”Rata-rata mereka cicil satu bulan lunas. Ini menurut saya kreatif banget,” ujarnya.
Selain meningkatkan pendapatan daerah, Ganjar berharap kesadaran masyarakat membayar pajak juga terus meningkat.
Apalagi, berdasar data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), saat ini terdapat 7.329 BUMDes di Jawa Tengah yang potensial untuk turut serta.
”Sehingga, target-target pendapatan kita jauh lebih baik agar nanti bisa kita berikan kembali kepada masyarakat untuk pembangunan yang lebih cepat, lebih merata, dan coverage-nya jauh lebih banyak lagi,” ujarnya.
Meski begitu, Ganjar tetap mengingatkan kepada seluruh pejabat yang terlibat dalam bidang ini. Khususnya, di pelayanan agar tidak mempersulit para wajib pajak.
Sementara itu, inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta meningkatkan kemudahan untuk masyarakat juga digeber Pemkab Banyuwangi.
Termasuk kemudahan pembayaran pajak daerah. Misalnya dengan memanfaatkan channel pembayaran online dan melalui Mal Pelayanan Publik.
Selain itu, pelayanan Samsat keliling pun kerap dibuka di sejumlah titik di Bumi Blambangan.
Namun, beberapa warga berharap program Samsat Budiman sebagaimana yang diterapkan di Jateng juga bisa diadopsi di Banyuwangi.
“Dengan demikian, warga akan semakin dimudahkan,” ujar Sugeng, warga Kecamatan Singojuruh.
Editor : Syaifuddin Mahmud