Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bantu Renovasi Ribuan Rumah Tidak Layak Huni

Sigit Hariyadi • Minggu, 24 September 2023 | 14:14 WIB

PEDULI: Ganjar Pranowo saat meninjau salah satu rumah warga yang perlu mendapatkan bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) di Sukoharjo.
PEDULI: Ganjar Pranowo saat meninjau salah satu rumah warga yang perlu mendapatkan bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) di Sukoharjo.
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Beragam program penanganan masyarakat kurang mampu digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) di era kepemimpinan Gubernur Ganjar Pranowo.

Salah satunya bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH).

Bahkan, sasaran bantuan renovasi tersebut terus meningkat.

Di tahun 2022, misalnya, sasaran target RTLH mencapai 11.417 unit rumah, sedangkan pada tahun 2023 ini meningkat menjadi 15 ribu unit.

Selain untuk membantu renovasi rumah masyarakat kurang mampu, lewat program RTLH tersebut Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga berupaya membangkitkan ekonomi masyarakat melalui dana padat karya.

Karena itu, nilai bantuan RTLH pun dinaikkan menjadi total Rp 20 juta per unit. Rinciannya, Rp 18 juta untuk material dan Rp 2 juta untuk padat karya.

Sudah banyak masyarakat kurang mampu yang menerima manfaat dari program bantuan tersebut.

Salah satunya Untung Supriyadi, warga RT 2 RW 4 Desa Purworejo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri.

Pria yang bekerja sebagai pekerja bangunan ini bahagia karena tidak lagi khawatir rumahnya akan roboh.

Untung tidak pernah membayangkan apabila tidak mendapatkan bantuan perbaikan rumah dari Ganjar Pranowo.

Sebab, jika harus mengandalkan upah sebagai pekerja bangunan sebesar Rp 600 ribu per minggu, maka sangat sulit untuknya merenovasi rumah hingga nyaman dihuni.

”Dulu kalau hujan, air masuk dan kalau cuaca panas jadi panas sekali. Kalau angin kencang saya takut rumah roboh,” kenangnya.

Dia bersyukur, rumahnya didatangi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada 2019 silam. Kini rumah Untung tampak jauh lebih nyaman.

Dindingnya kokoh dengan susunan batako terpasang di sekeliling rumah. Lantainya juga telah diplester semen, dan kerangka atap diperkuat.

Kusen pintu dan jendela menggunakan jenis bahan berkualitas yakni kayu jati lokal.

 Baca Juga: Investor Puas dengan Kinerja Ganjar

Selain Untung, banyak masyarakat Jawa Tengah lainnya yang telah mendapatkan bantuan RTLH.

Seperti dua warga kurang mampu di Desa Selanegara Kecamatan Sumpiuh, Banyumas, Jemisah, 75, dan Sumarno, 49.

Bantuan tersebut langsung diberikan Ganjar Pranowo saat melakukan kunjungan kerja di desa tersebut.

“Rumah saya dulu sangat memprihatinkan. Tiang-tiang penyangga rawan ambrol karena konstruksi lama, tidur pun jadi tidak tenang. Sekarang rumah jadi baik karena bantuan Pak Ganjar di tahun 2022. Terima kasih Pak Ganjar,” ungkap Jemisah.

Mengenai program RTLH, Ganjar Pranowo mengaku hal itu terwujud juga berkat bantuan berbagai pihak.

”Segala daya upaya kami kerahkan, baik dari kabupaten, provinsi, hingga pusat. Namun itu semua belum cukup, kami dapat kekuatan lain seperti Baznas, CSR, atau para filantropi untuk keroyokan sehingga masyarakat bisa tinggal di rumah yang sehat, layak huni, dan hidup bahagia,” kata Ganjar.

Program bantuan renovasi rumah tidak layak huni juga digelar di Banyuwangi.

Pemkab Banyuwangi juga menggandeng berbagai pihak untuk bersama-sama melakukan "bedah rumah" warga kurang mampu. 

Editor : Syaifuddin Mahmud
#rtlh #jawa tengah #ganjar pranowo #banyuwangi