Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ada Caleg Incumbent Bermodal 71 Suara, Kans DPRD Banyuwangi Diisi Wajah Baru Kian Terbuka

Sigit Hariyadi • Selasa, 19 September 2023 | 23:30 WIB
Photo
Photo

RadarBanyuwangi.id – Persaingan perebutan kursi DPRD Banyuwangi pada Pemilu 2024 dipastikan kian menarik dicermati.

Perubahan daerah pemilihan (dapil) membuat peta persaingan antarkandidat —khususnya bakal calon anggota legislatif (bacaleg) petahana— ibarat pepatah Oseng ”koyo beras diinter” (seperti beras diayak).

Sebagaimana diketahui, pada pemilihan anggota DPRD tahun 2024, wilayah Banyuwangi dibagi menjadi delapan dapil.

Padahal pada pemilu sebelumnya, kabupaten the Sunrise of Java ini ”hanya” terbagi dalam lima dapil.

Imbasnya, tidak sedikit bacaleg petahana yang harus rela kehilangan ”kantong” suara.

Hal itu terjadi karena ada satu atau lebih kecamatan yang terpisah dari dapil tempat bacaleg incumbent tersebut kembali mencalonkan diri.

Salah satu contohnya adalah anggota dewan asal Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Bernat Sipahutar.

Dia terpilih sebagai anggota DPRD Banyuwangi periode 2019–2024 di Dapil Banyuwangi II yang meliputi wilayah Kecamatan Kabat, Rogojampi, Blimbingsari, Singojuruh, dan Songgon.

Sedangkan pada Pemilu 2024, Bernat tercacat sebagai bacaleg Partai Nasdem di Dapil Banyuwangi I yang meliputi wilayah Kecamatan Banyuwangi, Glagah, dan Kabat.

Pada Pemilu 2019, basis suara terbesar Bernat adalah Kecamatan Songgon. Kala itu di Songgon dia meraih suara sebanyak 1.994 suara.

Di Kecamatan Rogojampi, Blimbingsari, dan Singojuruh, perolehan suaranya masing-masing sebesar 356 suara, 37 suara, dan 141 suara. Sedangkan di Kecamatan Kabat, Bernat mendulang 71 suara.

Meski hanya punya modal awal 71 suara, Bernat mengaku siap berkompetisi pada pemilu tahun depan.

”Saya siap bersaing di Dapil Banyuwangi I meski hanya punya modal awal 71 suara,” ujar Bernat beberapa waktu lalu.

Sementara itu, pemilihan anggota dewan tahun depan juga diwarnai oleh tiga bacaleg petahana yang ”naik kelas”.

Rinciannya, satu incumbet asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yakni Basir mencalonkan diri pada pemilihan anggota DPR RI.

Selain itu, ada pula Syamsul Arifin yang mencalonkan diri pada pemilihan anggota DPRD Jatim, serta Ali Mustofa asal Nasdem yang juga tercatat sebagai bakal calon anggota DPRD Jatim.

Ali mengungkapkan, salah satu alasan dirinya melaju ke tingkat provinsi adalah instruksi partai. Namun, Ali mengaku ingin memfasilitasi kebutuhan masyarakat Banyuwangi di tingkat provinsi.

”Tidak ada perbedaan, karena tahapannya sudah jelas. Memang sedikit beda cara pemenangannya. Kalau lokal tidak jauh peta suaranya. Kalau provinsi ada tiga daerah yaitu Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso, jadi harus benar-benar jeli,” ujarnya.

Sementara itu, Syamsul Arifin dari PPP juga ”melompat” ke DPRD Jatim.

Syamsul mengatakan, ketika calon petahana naik tingkat ke DPRD provinsi atau RI menjadi peluang lebih bagi wajah baru untuk berkompetisi meraih kursi.

Syamsul mengaku, menjadi bacaleg provinsi adalah instruksi partai dan keinginan diri mengisi kembali perwakilan PPP di tingkat provinsi.

Sehingga, Syamsul yang telah malang melintang sebagai wakil rakyat Banyuwangi memberikan kesempatan bagi bacaleg baru untuk meraih kursi DPRD Banyuwangi.

”Saya ke provinsi karena sudah terlalu lama di kabupaten sebanyak tiga kali. Saya ingin memberi kesempatan yang lain untuk mencoba di tingkat kabupaten. Terutama bagi generasi muda atau pun bacaleg baru lainnya,” pungkas Syamsul. (rei/sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#dewan #partai #petahana #persaingan #pemilu 2024 #bacaleg #banyuwangi #incumbent