RadarBanyuwangi.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi optimistis partisipasi pemilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 bakal lebih besar dibandingkan Pemilu 2019.
Tidak tanggung-tanggung, KPU Banyuwangi menargetkan jumlah penduduk yang menyalurkan hak suara pada pemilihan umum tahun depan mencapai 1 juta jiwa lebih.
Sekadar diketahui, tingkat partisipasi masyarakat (parmas) Banyuwangi pada Pemilu 2019 ditargetkan sebesar 77 persen.
Namun realisasinya, tingkat parmas di Bumi Blambangan kala itu ”hanya” di kisaran 76 persen. Sedangkan pada pemilu tahun depan, tingkat parmas di Banyuwangi ditarget sebesar 80 persen.
Ketua KPU Banyuwangi Dwi Anggraini tidak menampik hal tersebut. Dia mengakui pada Pemilu 2019 tingkat partisipasi pemilih tidak mencapai target, yakni sebesar 75,99 persen.
”Namun, kami tetap optimistis pada Pemilu 2024 partisipasi pemilih minimal bisa mencapai 80 persen,” ujarnya.
Sekadar diketahui, jumlah penduduk Banyuwangi yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 1.341.678 orang.
Artinya, jika dikalkulasi dengan jumlah DPT tersebut, maka target 80 persen setara dengan 1.073.342 penduduk yang menyalurkan hak pilihnya pada pesta demokrasi tahun depan.
Salah satu upaya untuk mendorong partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 yakni melalui pelaksanaan Kirab Pemilu yang berlangsung selama 7 hari di Banyuwangi.
Kirab Pemilu di kabupaten the Sunrise of Java berlangsung mulai Selasa (5/9) hingga Senin (11/9) mendatang.
”Upaya untuk mencapai target adalah meningkatkan sosialisasi secara masif. Salah satunya melalui Kirab Pemilu ke wilayah Banyuwangi,” kata Dwi.
Meski demikian, Dwi menyatakan target partisipasi pemilih mencapai 80 persen tersebut belum final. ”Kami masih menunggu target partisipasi dari KPU RI. Karena 80 persen yang kami targetkan ini masih belum resmi,” akunya.
Sementara itu, Dwi menyebutkan ada beberapa hal yang menyebabkan rendahnya tingkat parmas. Salah satunya yakni lokasi tempat pemungutan suara (TPS) yang jauh dari permukiman warga. Hal itu menyebabkan semangat masyarakat untuk datang ke TPS rendah.
Oleh karena itu, Dwi memastikan sudah ada tambahan TPS untuk mempermudah warga. Baik di lokasi khusus maupun lokasi yang cukup terpencil.
Komisioner Divisi Data dan Informasi (Datin) KPU Banyuwangi Eko Sumanto mengungkapkan, jumlah TPS di Banyuwangi telah mencukupi dan mengakomodasi masyarakat.
Termasuk TPS di lokasi khusus seperti pondok pesantren, lapas, dan lainnya. ”Saat ini ada 5.135 TPS, terdiri dari 14 TPS lokasi khusus dan sisanya TPS reguler,” pungkasnya. (rei/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin