RadarBanyuwangi.id – Rekrutmen calon anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banyuwangi terus bergulir. Perkembangan terbaru, jumlah bakal calon komisioner lembaga pengawas tingkat kabupaten tersebut mengerucut menjadi 20 nama.
Sebanyak 20 nama bakal calon anggota Bawaslu tersebut berhasil lolos tes tulis dan tes psikologi. Namun, di antara nama-nama yang lolos 20 besar calon komisioner Bawaslu tersebut, tidak satu pun pelamar perempuan.
Para pelamar yang lolos 20 besar calon anggota Bawaslu berasal dari beragam latar belakang, termasuk para anggota Bawaslu petahana (incumbent), mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi, mantan anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), mantan anggota Panitia Pemilu Kecamatan (PPK), hingga pengacara.
Para pelamar yang lolos 20 besar tersebut antara lain, lima komisioner Bawaslu periode 2018–2023, yakni Hamim, Joyo Adikusumo, Aksan Mustofa, Adrianus Yansen Pale, dan Anang Lukman Afandi. Ada pula mantan Komisioner KPU Banyuwangi Edy Syaiful Anwar. Selain itu, ada pula calon anggota Bawaslu yang berlatar belakang lawyer, yakni Firdaus Yulianto.
Sebelumnya, pelamar calon anggota Bawaslu mencapai 42 orang. Namun, setelah melalui tes tulis dan tes psikologi, tersaring 20 nama yang berhak melanjutkan ke tahap seleksi selanjutnya, yakni tes kesehatan dan wawancara.
Tes kesehatan dijadwalkan berlangsung kemarin (14/7) hingga Selasa (18/7) di Universitas Bhayangkara Surabaya. Selanjutnya, tes wawancara akan digelar pada tanggal 17 sampai 21 Juli di Jember.
Sementara itu, calon anggota Bawaslu petahana yang sekaligus Ketua Bawaslu Banyuwangi periode 2018–2023 Hamim tidak menampik bahwa dirinya bersama empat komisioner Bawaslu lain lolos tahap seleksi tes tulis dan tes psikologi.
Hamim juga tidak memungkiri bahwa di antara 20 pelamar yang lolos tes tulis dan tes wawancara seluruhnya adalah laki-laki. Dia menuturkan, sebenarnya pada saat pendaftaran, kuota 30 persen perempuan sudah terpenuhi.
Dari 42 pendaftar, sekitar lima orang di antaranya adalah perempuan. Sayangnya, tidak ada yang berhasil lolos ke tahap selanjutnya.
Disinggung berkaitan tugas dan tanggung jawab para komisioner Bawaslu dalam melaksanakan pengawasan tahapan Pemilu 2024 yang tengah berjalan, Hamim menegaskan proses seleksi anggota Bawaslu tidak akan mengganggu pengawasan pesta demokrasi tersebut.
Pihaknya telah melakukan koordinasi dan mengatur kegiatan pengawasan bersama dengan para staf Bawaslu.
”Alhamdulillah, selama ini kegiatan pengawasan tidak terganggu. Kami sudah plotting tahapan pengawasan yang melibatkan staf dan para pengawas pemilu, baik di tingkat kecamatan atau pun desa,” pungkas Hamim. (rei/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin