RadarBanyuwangi.id – Tetap dapat penghasilan di saat musim paceklik ikan. Upaya untuk mewujudkan hal itu terus digalakkan Dinas Perikanan Banyuwangi. Salah satunya melalui program pemberdayaan istri nelayan.
Program pemberdayaan istri nelayan menjadi ajang untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perempuan dalam dunia perikanan skala kecil.
Konsep tersebut merupakan salah satu stimulus untuk menjaga sirkulasi penghasilan nelayan agar tetap stabil ketika masa pancaroba yang mengakibatkan penurunan tangkapan ikan.
Beberapa upaya pemberdayaan istri nelayan telah dan akan terus dilakukan. Contohnya melalui pelatihan untuk memperkuat keterlibatan istri nelayan dalam rantai nilai perikanan.
Selain itu, para istri nelayan dilatih menciptakan berbagai produk olahan hasil perikanan sesuai dengan ciri khas dari daerah masing-masing.
Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Alief Rachman Kartiono mengatakan, konsep pemberdayaan istri nelayan bertujuan agar mereka dapat berpenghasilan meskipun saat paceklik.
”Terbukti saat ini telah berkembang dan mampu menjadi pengahsilan tambahan bagi rumah tangga keluarga nelayan,” ujarnya.
Usaha olahan ikan hasil tangkapan nelayan tersebut telah dihubungkan dengan sejumlah outlet dan lapak yang ada di masing-masing desa atau kelurahan. Tujuannya agar lebih dikenal masyarakat dan memperluas pasar.
Saat ini setidaknya sudah ada empat kelompok yang didampingi dalam pengembangan pemberdayaan kelompok istri nelayan tersebut. Empat kecamatan wilayah pesisir tersebut meliputi Kecamatan Blimbingsari, Muncar, Tegaldlimo, dan Pesanggaran.
”Tiap kelompok di setiap wilayah tersebut memiliki jenis produk olahan masing-masing. Seperti wilayah Kecamatan Blimbingsari memiliki jenis produk olahan ikan bakar, Kecamatan Muncar dengan produk olahan ikan semacam aneka kerupuk, Kecamatan Tegaldlimo olahan seafood, sedangkan Kecamatan Pesanggaran dengan abon ikan,” jelas Alief.
Alief menambahkan, saat ini program pemberdayaan istri nelayan tersebut memang belum digelar secara merata di seluruh wilayah pesisir di Banyuwangi.
”Seperti Kecamatan Banyuwangi, Kalipuro, Wongsorejo, Kabat, dan Purwoharjo hingga saat ini masih kami susun rencana pelaksanaannya agar bisa tumbuh bersama seperti keluarga dari wilayah pesisir lainnya,” pungkasnya. (tar/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin