Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jamin Ketersedian Air Bersih, Pemkab Banyuwangi Bangun Puluhan Infrastruktur Sumur Bor di Desa-Desa

Syaifuddin Mahmud • Selasa, 16 Mei 2023 | 16:34 WIB
MULTIGUNA: Pemkab membangun sumur bor di salah satu desa rawan krisis air bersih untuk membantu masyarakat sekaligus menekan angka tengkes. (Dini untuk Radar Banyuwangi)
MULTIGUNA: Pemkab membangun sumur bor di salah satu desa rawan krisis air bersih untuk membantu masyarakat sekaligus menekan angka tengkes. (Dini untuk Radar Banyuwangi)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi terus menggencarkan langkah-langkah pencegahan dan penurunan angka tengkes (stunting) di kabupaten the Sunrise of Java. Salah satunya dengan membangun puluhan infrastruktur guna memastikan ketersediaan air bersih hingga ke desa-desa.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, penyebab tengkes bukan hanya satu faktor, melainkan multifaktor. Mulai dari praktik pengasuhan yang kurang baik, kurangnya akses ke bahan pangan bergizi, terbatasnya layanan kesehatan, hingga kurangnya akses air bersih dan sanitasi.

Menurut riset Kementerian Kesehatan (Kemenkes), air bersih dan sanitasi mempunyai kontribusi sebanyak 60 persen dalam upaya penurunan angka stunting pada anak. Atas dasar ini, selain menggenjot dari sisi perbaikan gizi pada ibu hamil dan balita, Ipuk juga menggeber berbagai program untuk mempermudah akses air bersih bagi masyarakat.

Dikatakan, tahun tahun lalu pemkab fokus membangun sumur bor di sejumlah wilayah rawan krisis air bersih. ”Tahun ini kita lanjutkan dengan program pembangunan jaringan perpipaan untuk mendukung distribusi air bersihnya. Dengan harapan, masyarakat bisa semakin mudah mengakses air bersih sebagai upaya mendukung penurunan stunting,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Guntur Priambodo menambahkan, program pembangunan jaringan perpipaan tersebut merupakan upaya pengembangan infrastruktur air bersih yang telah rutin dilakukan pemkab. ”Pada dasarnya, ketersediaan infrastruktur air bersih di berbagai wilayah sudah tercukupi. Kalaupun tahun ini kita lakukan lagi, ini sebagai upaya pengembangan untuk menambah maupun pemeliharaan infrastruktur yang sudah exsisting,” ujarnya.

Guntur menyebut, tahun ini total ada 71 titik pembangunan infrastruktur perpipaan yang tersebar di berbagai wilayah se-Banyuwangi, khususnya di wilayah rawan air dan daerah yang terdeteksi angka tengkes tinggi. Di antaranya Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo; Desa Gumuk, Kecamatan Licin; Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru; Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore; dan lainnya. ”Pembangunan ini sesuai pengajuan dari masyarakat, menyesuaikan kebutuhan mereka. Selain pipanisasi, di sejumlah wilayah juga dibangun tandon, ada juga sumur bor baru untuk mendukung akses air bersihnya,” kata dia.

Guntur menjelaskan, program pengembangan infrastruktur air bersih ini tak sekadar pembangunan jaringan perpipaan baru, melainkan juga pemeliharaan terhadap jaringan perpipaan yang sudah rusak. ”Jaringan yang telah terbangun ini akan dihibahkan kepada Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) atau Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) untuk pemeliharaannya,” jelasnya.

Seperti diketahui, Pemkab Banyuwangi menggeber berbagai program untuk pencegahan dan penanganan tengkes. Tahun ini, pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7 miliar khusus untuk intervensi gizi ibu hamil dan bayi di bawah dua tahun (baduta) yang berisiko tengkes. Anggaran tersebut dialokasikan ke 25 kecamatan secara proporsional untuk pemberian makanan bernutrisi tinggi kepada ibu hamil dan baduta dengan melibatkan warung maupun pedagang sayur keliling. (sgt/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#sumur bor #Tengkes #banyuwangi #sanitasi #air bersih #stunting