Dengan demikian, para bacaleg yang namanya sudah didaftarkan siap berlaga pada Pemilu 2024. Sebelumnya berkas pendaftaran bacaleg Gerindra harus dikembalikan dua kali oleh KPU lantaran terdapat kendala administrasi.
Pada Sabtu (13/5) Ketua DPC Gerindra Banyuwangi Naufal Badri dengan dikawal jajaran pengurus, ratusan simpatisan dan kader Gerindra datang ke kantor KPU Banyuwangi Jalan KH Agus Salim. Yang membedakan dari partai lain, Naufal datang ke KPU dengan menunggang kuda. ”Berkas memang sempat ada kendala teknis. Setelah kita perbaiki akhirnya bisa diterima KPU. Ada kekeliruan, SK yang turun masih usulan pertama yang belum diperbaiki," katanya.
Ketua Bappilu Partai Gerindra Ali Wafa mengungkapkan, pihaknya telah memperbaiki berbagai permasalahan yang sempat dialami, yakni pada SK dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra dan persoalan bacaleg yang pindah dapil. "SK tidak sesuai dengan nomor urut dan nama. Alhamdulillah sekarang sudah selesai dan tuntas, termasuk persoalan pindah dapil," katanya.
Wafa mengungkapkan, penerimaan berkas pendaftaran bacaleg Partai Gerindra didasarkan pada hasil perbaikan berkas yang telah dilakukan. Segala bentuk persyaratan telah dipenuhi. "Dari syarat keterwakilan perempuan sudah mencapai 30 persen lebih. Selain itu, jumlah bacaleg sudah komplit, yaitu 50 orang, tidak kurang satupun," tegasnya.
Komisioner KPU Banyuwangi Divisi Teknis Penyelenggaraan Ari Mustofa menyatakan, berkas yang diserahkan Partai Gerindra diputuskan diterima. Berdasarkan kelengkapan berkas dan pencocokan hasil berkas fisik dengan berkas yang diunggah di sistem informasi dan pencalonan (silon). "Berkas Partai Gerindra, baik fisik ataupun yang diunggah di silon kami nyatakan lengkap dan diterima," pungkasnya. (rei/aif) Editor : Gerda Sukarno Prayudha