Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dorong Penataan dan Perbaikan Pasar Tradisional

Gerda Sukarno Prayudha • Kamis, 27 April 2023 | 15:01 WIB
GELIAT EKONOMI: Transaksi jual beli mewarnai Pasar Ramadan di kawasan RTH Taman Blambangan. (Dini Untuk RadarBanyuwangi.id)
GELIAT EKONOMI: Transaksi jual beli mewarnai Pasar Ramadan di kawasan RTH Taman Blambangan. (Dini Untuk RadarBanyuwangi.id)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kondisi sejumlah pasar tradisional di Banyuwangi yang cukup sepi sejak beberapa tahun terakhir mendapat sorotan dari berbagai pihak. Tidak terkecuali dari DPRD Banyuwangi. Dewan mendorong eksekutif melakukan penataan kembali serta perbaikan sarana dan prasarana pasar.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan penurunan minat warga untuk melakukan kegiatan jual beli di dalam pasar tradisional. Selain diakibatkan keberadaan mal dan menjamurnya toko baju yang melayani konsumen secara online, tidak sedikit pula pedagang yang memilih keluar pasar dan menjajakan dagangan di trotoar.

Kepala Bidang Pasar pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop-UMP) Banyuwangi Nawari mengakui, banyak pedagang termasuk di Pasar Banyuwangi yang mulai meninggalkan kiosnya sejak pandemi Covid-19 melanda. Secara keseluruhan, total kios di pasar tradisional terbesar di pusat kota Banyuwangi tersebut mencapai 817 unit. Sedangkan yang masih aktif saat ini hanya sekitar 370 kios.

Nawari mengaku, pihaknya bakal terus berbenah. Salah satunya dengan memperbaiki sarana prasarana pasar. ”Sehingga, diharapkan bisa mengembalikan minat pedagang untuk bisa membuka lapaknya kembali,” ujarnya.

Fenomena tersebut mendapat perhatian khusus dari Ketua Komisi III DPRD Banyuwangi Emy Wahyuni Dwi Lestari. Dia menuturkan, kondisi Pasar Banyuwangi yang mulai sepi karena banyak ditinggal oleh pedagang harus segera dicarikan solusi. ”Kita mendorong untuk segera dilakukan penataan kembali dan perbaikan fasilitas sarana dan prasarana,” tuturnya.

Menurut Emy, penataan lapak pedagang dan perbaikan sarana prasarana sangat penting dilakukan sehingga pengunjung maupun pedagang merasa nyaman saat bertransaksi dengan fasilitas yang memadai. Terlebih, pasar menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD).

”Sebab, pasar tradisional memiliki retribusi yang menyumbang keuangan daerah sehingga sangat perlu dilakukan perbaikan dan penataan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan. Dengan penataan yang baik serta sarana dan prasarana memadai akan membuat pedagang dan pengunjung nyaman,” ungkapnya.

Emy mengaku, kontribusi sektor pasar pada tahun 2022 lalu belum maksimal. Retribusi daerah dari sektor pasar hanya tercapai 80 persen dari target yang telah ditentukan. Agar tidak terulang, pihaknya berharap agar segera dilakukan pembenahan pasar.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan yakni dengan cara meningkatkan sarana dan prasarana pasar. Sebagai contoh di Pasar Banyuwangi, sebagian penjual lebih memilih tidak menggunakan los pasar yang disewakan. Hal ini berimbas terhadap kurang maksimalnya pendapatan daerah dari sektor pasar.

”Ke depan kami juga minta eksekutif melakukan penataan dan perbaikan sarana prasarana di pasar. Hal tersebut sangat perlu dilakukan agar fasilitas lebih memadai, untuk kenyamanan dan keamanan terhadap keberlangsungan Pasar Banyuwangi yang telah berdiri sejak 1981 tersebut,” tegas Emy. (tar/sgt/c1)

 

  Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#Tata #Kelola #sembako #pasar