Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Musrenbang 2024, Kuatkan Ketahanan Ekonomi, Jaga Stabilitas Sosial

Gerda Sukarno Prayudha • Rabu, 15 Maret 2023 | 06:03 WIB
PERENCANAAN PEMBANGUNAN: Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan sambutan secara virtual dalam forum Musrenbang 2024 yang digeber di Pendapa Sabha Swagata Blambangan kemarin (13/3). (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)
PERENCANAAN PEMBANGUNAN: Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan sambutan secara virtual dalam forum Musrenbang 2024 yang digeber di Pendapa Sabha Swagata Blambangan kemarin (13/3). (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Rangkaian penyusunan rencana pembangunan Banyuwangi tahun depan memasuki babak baru. Setelah pembahasan di tingkat kecamatan tuntas, Pemkab Banyuwangi menggeber musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tahun 2024 tingkat kabupaten kemarin (13/3).

Musrenbang kali ini dipusatkan di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Segenap elemen masyarakat hadir dalam kegiatan penting tersebut, mulai jajaran forum pimpinan daerah (Forpimda), para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), pimpinan instansi vertikal di Banyuwangi, tokoh masyarakat, hingga organisasi masyarakat, organisasi wanita, dan lain-lain.

Bupati Ipuk Fiestiandani hadir secara virtual dalam forum yang mengusung tema ”Menguatkan Ketahanan Ekonomi dengan Menjaga Stabilitas Sosial dan Infrastruktur Terintegrasi melalui Kolaborasi, Inovasi, dan Transformasi” tersebut.

Dalam sambutannya, Ipuk menegaskan kembali arah pembangunan Banyuwangi tahun depan. Dikatakan, terdapat 11 prioritas pembangunan di tahun 2024. Prioritas pembangunan dimaksud meliputi zero kemiskinan ekstrem, penurunan stunting atau tengkes, kemudahan izin investasi, penguatan infrastruktur distribusi logistik, dan layanan dasar.

Kemudian, penguatan produk industri olahan yang berpotensi ekspor dan perluasan kerja sama internasional untuk pengembangan pasar. Selain itu, menguatkan modal sosial dalam menjamin kondusivitas investasi, sosial, dan politik juga menjadi prioritas pembangunan tahun depan.

Bukan itu saja, menjaga ekosistem pelaku ekonomi pertanian, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menguatkan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing, pengembangan layanan berbasis nonstop services, serta transformasi digital hingga ke desa juga menjadi bagian prioritas pembangunan Pemkab Banyuwangi di tahun 2024.

”Problem dan tantangan ke depan semakin kompleks. Saya harap proses musyawarah hari ini (kemarin), dapat menghasilkan solusi terbaik untuk menstimulasi ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Selain 11 prioritas pembangunan tersebut, Ipuk memasang lima target makro yang dirumuskan dalam sasaran pembangunan daerah tahun 2024. Pertama, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari 4,43 persen di tahun 2022 menjadi 4,81 persen di tahun 2024. Kedua, menurunkan persentase penduduk miskin dari 7,51 persen di tahun 2022 menjadi 7,32 persen di tahun 2024.

Selanjutnya, mengoptimalkan pencapaian indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Banyuwangi yang pada tahun 2022 sebesar 71,94 untuk segera mencapai target akhir di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar 72,59. Menurunkan Gini Ratio dari 0,33 di tahun 2022 menjadi 0,31 di tahun 2024.

Terakhir, menurunkan tingkat pengangguran dari 5,26 persen di tahun 2021 menjadi 4,68 persen di tahun 2023. ”Meski IPM kita meningkat, tapi saya masih belum merasa puas. Ini harus terus kita tingkatkan melalui kolaborasi dan inovasi dari seluruh elemen pemerintahan,” imbuh Ipuk.

Sementara itu, Kepala Bappeda Suyanto Waspo Tondo Wicaksono mengatakan, tujuan diselenggarakannya musrenbang antara lain untuk mengklarifikasi usulan program dan kegiatan yang telah disampaikan masyarakat kepada pemerintah serta mempertajam indikator kinerja pada program prioritas Pemkab Banyuwangi. Sebelumnya, musrenbang telah dilakukan secara berjenjang mulai tingkat desa hingga kecamatan.

”Intinya adalah menyinkronkan antara usulan dari bawah dan usulan kebijakan dari atas, mulai presiden, gubernur, dan bupati juga punya kebijakan. Itu semua kami sinkronkan hari ini (kemarin),” tutur pria yang karib disapa Yayan tersebut.

Pada musyawarah tersebut, Yayan juga menyampaikan rekapitulasi usulan penganggaran di berbagai bidang. Usulan pagu indikatif kecamatan reguler sebesar Rp 50 miliar. Antara lain terdiri atas usulan bidang pendidikan sebesar Rp 8,5 miliar, bidang kesehatan Rp 6,4 miliar, bidang pertanian Rp 6,37 miliar, dan bidang infrastruktur Rp 26,63 miliar. Usulan pagu indikatif tematik khusus infrastruktur jalan terangkum 166 desa total usulan Rp 27,77 miliar.

Usulan pagu indikatif kecamatan kelurahan sebesar Rp 8,1 miliar. Usulan reses diterima 763 usulan permasalahan yang akan dirangkum di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2024. ”Kami ingin memastikan setiap tahun perencanaan dan pembangunan di Banyuwangi semakin baik dan linier. Fokus kita di tahun 2024 masih tetap pemulihan ekonomi dan stabilitas di daerah,” pungkasnya. (rei/sgt/c1)

  Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#Pokok pikiran #musrenbang